Miliki Rekam Jejak Yang Baik, dr. Kusnanto Saidi Berpeluang Dapatkan Rekom dari DPP Golkar

- Editor

Kamis, 25 April 2024 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr.Kusnanto Saidi

dr.Kusnanto Saidi

JAKARTA, Mediakarya – Jelang kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bekasi, sejumlah partai telah menjaring bakal calon Wali Kota yang akan digelar pada November 2024 mendatang.

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institut Iskandarsyah menilai bahwa Pilkada Kota Bekasi akan diwarnai oleh wajah baru.

Dia memprediksi koalisi yang terbentuk secara nasional pada Pilpres lalu bakal kembali terbentuk pada pilkada di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia.

“Salah satunya di Kota Bekasi. Golkar berpeluang berkoalisi dengan Gerindra PAN, dan Demokrat. Sedangkan PDIP Kota Bekasi jika mau mengusung kadernya bertarung pada Pilkada mendatang mau tidak mau harus menggandeng PPP,” kata Iskandar kepada wartawan, Kamis (25/4/2024).

Sementara itu, kata Iskandar, jika merujuk pada koalisi nasional pada Pilpres lalu, PKS bisa jadi berkoalisi dengan PKB.

Menurut dia, jika melihat peta kekuatan politik di Kota Bekasi, Golkar sangat diuntungkan. Terlebih, sejumlah nama yang telah diajukan oleh DPD Golkar kepada DPP, ada salah satu figur yang dinilai merupakan representasi masyarakat Kota Bekasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kata Iskandar, Golkar tengah menjaring 5 bakal calon Wali Kota Bekasi. Dari sejumlah nama yang telah diajukan ke DPP Golkar, yang pertama dr.Kusnanto Saidi yang saat ini menjabat dirut RSUD Kota Bekasi.

Kedua, Abdul Rasyad Irwan Siswandi (Mantan Ketua KONI Kota Bekasi, ketiga Ade Puspitasari (Ketua DPD Golkar Kota Bekasi), keempat Nofel Saleh Hilabi (kader Golkar), dan yang kelima Faisal (anggota DPRD Kota Bekasi).

Baca Juga:  Kendaraan Keluar Semarang Lewat Gerbang Tol Kalikangkung Meningkat

Iskandar mengungkapkan, dari 5 nama yang diajukan oleh DPD Golkar Kota Bekasi, nama Kusnanto dinilai sosok yang diunggulkan dibanding figur yang lain. Selain itu, dia pun menilai bahwa Kusnanto merupakan representasi masyarakat Kota Bekasi.

“Kami menilai Pak Kusnanto merupakan sosok yang egaliter. Meksi berlatar belakang seorang birokrat, (Kusnanto) kami nilai dapat mewakili putra asli (Betawi Bekasi),” ungkap Iskandar.

Iskandar juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak jatuh pada lubang yang sama dalam memilih calon kalon Wali Kotanya. Sebab, di dua kepemimpinan sebelumnya, akhir dari jabatan Wali Kota Bekasi itu berujung di jeruji besi karena kasus korupsi.

“Nah yang menarik, kabarnya ada mantan terpidana korupsi kembali maju sebagai calon wali kota. Meski ada putusan MK terkait batas mantan narapidana korupsi yang boleh kembali maju mencalonkan kepala daerah, namun rekam jejaknya sulit terhapus. Masa Kota Bekasi dipimpin mantan narapidana korupsi,” katanya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas memilih calon kepala daerah. “Kita harus liat rekam jejaknya. Pilih sosok atau figur yang minim resistensi hukum dan cacat moral,” katanya.

Dan jika dilihat dari petanya, kata dia, Kusnanto sangat berpeluang mendapatkan rekom dari DPP Golkar. “Rekam jejak Kusnanto itu bagus. Dan tidak memiliki resistansi,” pungkasnya. (Sy)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”
TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
Di Balik Laba Rp45 Triliun Pertamina Hulu Energi, BPK Ungkap Pinjaman untuk Dividen dan Tantiem yang Berbuah Beban Bunga Rp1,56 Triliun
Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:58 WIB

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:41 WIB

Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:19 WIB

TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng

Berita Terbaru

Kantor Bank Indonesia  (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Diduga Ada Tekanan dari Istana

Senin, 27 Jul 2026 - 10:02 WIB

Ilustrasi (Foto: istiimewa)

Opini

Menakar Istilah “Londo Ireng” di Lingkungan Birokrasi

Senin, 27 Jul 2026 - 07:48 WIB