SGY: Koalisi PKS-PDIP di Pilkada DKI 2024 Kekuatan yang Dahsyat

- Editor

Rabu, 15 Mei 2024 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Meskipun Pilpres 2024 telah selesai, namun “Pilkada rasa Pilpres” akan terjadi pada hajat demokrasi warga Jakarta pada November 2024 mendatang. Jika PKS mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur dan memasangkannya dengan ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi dari PDIP. Mereka akan menjadi pasangan yang sangat kuat.

Sugiyanto, Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat) mengungkapkan dalam konteks ini, kemungkinan besar PKS dan PDIP akan berkoalisi untuk mengimbangi kekuasaan pusat lewat Pilkada Jakarta.

“PKS menang di Jakarta, sedangkan PDIP adalah partai pemenang kedua. Jika kedua partai ini berkoalisi, maka akan sangat dahsyat!,” ujar Sugiyanto saat berbincang dengan Media Karya, Rabu (15/5/2024).

Dengan demikian, lanjut pria berkacamata yang akrab disapa SGY ini koalisi Partai Gerindra harus serius memikirkan calon yang akan mereka usung. Calon tersebut harus merupakan tokoh kelas satu, seperti pasangan Ridwan Kamil dan Ahmad Dhani, atau Sufmi Dasco Ahmad dan Eko Patrio.

“Kesimpulannya, kalkulasi politiknya harus matang dengan merujuk pada berbagai variabel, termasuk hasil survei elektabilitas dan popularitas. Jika Anies tidak maju di pilkada 2024, sejumlah nama seperti mantan Wagub Ariza Patria, wakil ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani dan Caleg DPR terpilih dapil Jakarta III Rahayu Saraswati layak dipertimbangkan,” bebernya.

Baca Juga:  Bawaslu DKI Garap 12 Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada DKI

Kata SGY pada intinya, jika Anies Baswedan maju pada Pilkada Jakarta 2024, tidak bisa dipandang enteng. Artinya, Koalisi Partai Gerindra harus menghitung cermat untuk bisa menang pada Pilkada Jakarta 2024.

“Koalisi Partai Gerindra harus bisa menang Pilkada Jakarta karena meskipun Ibu Kota Nusantara (IKN) telah lahir, Jakarta tetap akan menjadi jendela politik nasional. Banyak persoalan nasional ditentukan dari Jakarta. Sehingga, jika tidak sejalan dengan pusat, kebijakan Gubernur Jakarta kemungkinan bisa berpotensi mengganggu pemerintah pusat,” ungkapnya lagi.

Menurut SGY dari sinilah kesimpulan bahwa koalisi Partai Gerindra penting untuk menang Pilkada Jakarta 2024. Jakarta akan tetap menjadi pusat informasi, percaturan politik, ekonomi, dan lainnya.

“Bagi Partai Gerindra, yang notabene adalah pemenang Pilpres 2024, menang Pilkada Jakarta 2024 adalah hal yang penting agar kebijakan Jakarta bisa selaras dengan pemerintah pusat yang dipimpin oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto,” pungkasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Kelurahan Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta Rupiah, Bukti Keseriusan PAM JAYA Apresiasi Kontribusi Warga Jakarta
Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar
Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Prof Uceng: Mahasiswa Hukum Jadi Tak Ada Gunanya Belajar
Selamat Datang di Dinasti Baru Pemerintahan Kota Bekasi
Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah
MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 07:37 WIB

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Selasa, 3 November 2026 - 04:46 WIB

Kelurahan Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta Rupiah, Bukti Keseriusan PAM JAYA Apresiasi Kontribusi Warga Jakarta

Senin, 2 November 2026 - 17:15 WIB

Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 09:28 WIB

Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Prof Uceng: Mahasiswa Hukum Jadi Tak Ada Gunanya Belajar

Berita Terbaru