JAKARTA, Media Karya-Anggota DPRD DKI Jakarta kembali menggelar sosialisasi perda (sosper). Para legislator Jakarta kembali menemui konstituen di daerah pemilihan (dapil) nya masing-masing.
Wakil ketua komisi C, Haji Rasyidi mengungkapkan agenda sosperda sudah dibamuskan beberapa waktu lalu.
“Di bulan ini sosper mulai 1 Agustus dan 16 Agustus,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Jumat (2/8).
Polisi PDI Perjuangan (PDIP) ini menuturkan dirinya menggelar sosialisasi perda no 13 Tahun 2013 tentang Jamkrida (jaminan kredit daerah) di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (1/8).
“Peminjaman dana kepada masyarakat, kita ingin meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Masyarakat terbatas dana akhirnya terlibat pinjol atau lintah darat. Itu kan sangat berbahaya,” ujarnya lagi.
Masalahnya lanjut politisi dapil Jakarta Timur Bank DKI tidak bisa sembarangan dalam menyalurkan pinjaman. Karena bank DKI masuk dalam otoritas jasa keuangan (OJK) maka harus melakukan BI Checking kepada calon nasabah.
“Terkadang hal ini membuat masyarakat merasa agak kesulitan dalam memperoleh pinjaman,” ungkapnya.
Rasyidi mengungkapkan alokasi dana pinjaman yang tersedia mencapai Rp 1,28 Triliun.
“Pinjaman tersebut dapat dimanfaatkan antara oleh dasa wisma, Jumantik, marbot dan lain-lain,. Syaratnya dengan melampirkan SK mereka dapat memperoleh pinjaman dengan bunga 0,2 persen,” katanya.
Tak ketinggalan Haji Rasyidi juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan sembarangan memberikan KTP kepada orang lain.
“Karena dikhawatirkan disalahgunakan. Pinjamlah kepada instansi yang berwenang. Selama 2,5 tahun sosperda soal ini sudah banyak warga yang terbantu dalam memperoleh pinjaman,” bebernya.
Haji Rasyidi juga mengungkapkan saat sosper kemarin dirinya pamitan dengan konstituen karena tidak terpilih menjadi anggota DPRD DKI kembali.
“Saya sekaligus pamitan kepada warga. Suasana cukup mengharukan karena ada warga yang menangis,” pungkasnya. (dri)











