Pemerintahan Saudi Tolak Hubungan Diplomatik Dengan Israel Hingga Negara Palestina Merdeka

- Penulis

Kamis, 19 September 2024 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) Foto: Ist

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) Foto: Ist

JEDDAH, Mediakarya – Pemerintah Kerajaan Saudi memutuskan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sampai negara Palestina terbentuk atau merdeka.

“Kami menegaskan kembali penolakan dan kecaman keras kerajaan atas kejahatan otoritas pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina,” kata Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) dalam sesi pembukaan Dewan Syura penasihatnya, Rabu (18/9), dikutip dari AFP.

“Kerajaan tidak akan menghentikan upayanya yang tak kenal lelah untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibu kotanya, dan kami menegaskan bahwa kerajaan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa negara Palestina,” tambahnya.

Sebelumnya, melansir laman CNN Indonesia, dalam kolom yang ditulis koresponden senior hubungan luar negeri Politico, Nahal Toosi, MbS disebut bercerita bahwa dia berisiko dibunuh jika menyepakati upaya normalisasi hubungan dengan Israel.

MbS disebut menceritakan kekhawatirannya itu kepada sejumlah pejabat Kongres Amerika Serikat.

Toosi mengungkapkan bahwa MbS merasa ia akan membahayakan nyawanya sendiri jika mengejar kesepakatan besar dengan AS dan Israel, terutama soal normalisasi hubungan Saudi-Israel.

Baca Juga:  Pentingnya Kemampuan Literasi di Era Transformasi Digital

Saudi memutuskan untuk menghentikan sementara pembicaraan kemungkinan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Keputusan ini diumumkan di tengah perang yang masih berkecamuk antara Israel dengan kelompok militan Palestina Hamas.

Kementerian Kesehatan Palestina merilis dokumen setebal 649 halaman berisi daftar korban tewas dan terluka imbas agresi Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

Dokumen yang dirilis pada Minggu (15/9) itu merinci nama, usia, jenis kelamin, hingga nomor identitas setiap warga Palestina yang menjadi korban genosida Israel.

Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini masih terus berlangsung. Baru-baru ini, pasukan militer Zionis bahkan menyerang Al Mawasi, wilayah kamp pengungsian Palestina yang sebelumnya diklaim sebagai zona aman oleh Israel.

Sejak melancarkan agresi Oktober lalu, pasukan militer Israel memang terus menyerang fasilitas sipil termasuk kamp pengungsian. Militer beralasan kelompok milisi Hamas bersembunyi dan beroperasi di sana. Per hari ini, total 41.226 warga Palestina meninggal dunia imbas agresi.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Dipeluk, Bukan Dipukul
Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara
Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dipeluk, Bukan Dipukul

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00 WIB

Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:37 WIB

Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:43 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB