Hasto Merasa Dikriminalisasi, Etos: Kenapa PDIP Bungkam saat Sejumlah Tokoh Oposisi Dipenjarakan Oleh Rezim Jokowi?

- Editor

Minggu, 5 Januari 2025 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah menyarankan agar PDI Perjuangan fokus menghadapi kasus hukum yang tengah menjerat Hasto Kristiyanto terkait dengan dugaan tindak pidana menghalang-halangi proses penyidikan terhadap Harun Masiku.

Iskandar meminta publik tidak terjebak opini liar, bahwa seolah penersangkaan Sekjen PDI Perjuangan itu ada campur tangan Joko Widodo lantaran sakit hati  dipecat dari partai banteng moncong putih.

“Saya menilai status tersangka Hasto tidak ada kaitannya dengan pemecatan Jokowi dan keluarganya dari PDIP. Dan saya kira pak Jokowi santai-santai aja meski dirinya dipecat dari PDIP,” ujar Iskandar kepada Mediakarya, Ahad (5/1/2025).

Menurutnya, soal pecat memecat di tubuh PDIP itu hal yang biasa. Apalagi, Jokowi pendatang baru di PDIP. Sedangkan sejumlah tokoh PDI (sebelum PDIP) yang pernah ikut berdarah-darah melawan rezim Soeharto, banyak juga yang dipecat.

“Jadi, Hasto harus kesatria, hadapi saja soal kasus hukum yang tengah menjeratnya. Ini kasus dari 2020, justru Hasto harusnya berterimakasih kepada Jokowi. Sebab selama beliau (Jokowi) menjabat presiden, Hasto tidak ditersangkakan. Artinya Jokowi masih menjaga marwah partai yang membesarkan dirinya di partai,” ungkap Iskandar.

Iskandar juga menyayangkan rilis dari The Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang menempatkan Jokowi sebagai salah satu mantan presiden terkorup. Dia menuding bahwa rilis OCCRP cenderung provokatif.

“Bagaimana tidak saya katakan ini provokasi, setelah rilis ini dikeluarkan lalu OCRRP sampaikan juga bahwa mereka tidak mempunyai cukup bukti terkait rilisnya. Namun semua berdasarkan email yang masuk, ada apa sama bangsa ini?. Kita tidak boleh diam, kita harus menjaga marwah bangsa,” katanya.

Baca Juga:  KASN: Pemerintah Perlu Selektif Mengangkat Penjabat Kepala Daerah

Sebelumnya, setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ramai-ramai kader PDIP menciptakan narasi dan menganggap kasus tersebut merupakan bentuk kriminalisasi.

“Pertanyaan saya sederhana kok, waktu Jokowi berkuasa dan PDIP adalah pengusungnya, apa kadernya tidak menikmatinya? Jadi jangan memprovokasi masyarakat dengan pernyataan ataupun video-video podcast yang sifatnya mengancam,” katanya.

“Berbicara kriminalisasi, kemana peran PDIP saat Egy Sudjana, Syahganda Nainggolan dan Kivlan Zein diperlakukan tidak adil oleh rezim Jokowi?. Jangan merasa terzolimi padahal sebelumnya kalian dzolim,” tandas Iskandar.

Iskandar juga meminta PDIP harus instrospeksi diri, agar tidak terlalu jumawa dan menanggap bahwa partainya masih mendapatkan dukungan dari akar rumput.

“PDIP kerap mengusung jargon partai wong cilik, tapi saat kenaikan BBM pasca Covid-19 justru PDIP merupakan partai yang menjadi garda terdepan saat Jokowi dikritik oleh masyarakat terkait kenaikan BBM yang dinilai memberatkan masyarakat. Berhentilah mengeksploitasi wong cilik tapi faktanya tidak ada pembelaan buat wong cilik,” ucap dia.

Dia menduga kasus Hasto yang saat ini tengah ramai diperbincangkan di ruang publik, merupakan perseteruan antar-faksi di internal PDIP. Namun masyarakat terjebak dalam konflik internal jelang Kongres PDIP.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”
TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
Di Balik Laba Rp45 Triliun Pertamina Hulu Energi, BPK Ungkap Pinjaman untuk Dividen dan Tantiem yang Berbuah Beban Bunga Rp1,56 Triliun
Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum
Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi
JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:58 WIB

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:41 WIB

Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:19 WIB

TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:17 WIB

Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:08 WIB

Di Balik Laba Rp45 Triliun Pertamina Hulu Energi, BPK Ungkap Pinjaman untuk Dividen dan Tantiem yang Berbuah Beban Bunga Rp1,56 Triliun

Berita Terbaru