RUU Kepariwisataan Capai Titik Temu, Chusnunia: Saatnya Transformasi Pariwisata Nasional

- Editor

Selasa, 22 April 2025 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyampaikan kabar positif terkait kelanjutan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan. Dalam rapat Panitia Kerja (Panja) bersama Wakil Menteri dan Sekretaris Kementerian Pariwisata, disepakati bahwa tiga elemen strategis—yakni ekosistem, pendidikan, dan diplomasi budaya—telah menemukan titik temu antara DPR dan pemerintah.

“Ini kabar baik bagi masa depan pariwisata kita. Kini saatnya memperkuat aspek kelembagaan agar regulasi ini benar-benar operasional, berkelanjutan, dan membawa dampak nyata. Doakan prosesnya berjalan lancar,” ujar Chusnunia, Senin (21/4/2025), di Jakarta.

Pendidikan dan Diplomasi Budaya Terakomodasi

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menjelaskan bahwa aspek pendidikan telah diakomodasi dalam Bab Pengembangan Sumber Daya Manusia. Kurikulum pariwisata akan tetap merujuk pada ketentuan peraturan perundang-undangan agar selaras dan tidak tumpang tindih dengan regulasi sektor pendidikan.

Meski istilah “diplomasi budaya” belum dicantumkan secara eksplisit dalam draf RUU, substansinya telah masuk dalam strategi promosi pariwisata berbasis budaya. Hal ini juga selaras dengan Grand Strategy Diplomacy Soft Power Indonesia dari Kementerian Luar Negeri, yang menempatkan budaya sebagai instrumen utama dalam diplomasi publik Indonesia.

Baca Juga:  Ni Luh Puspa Dorong Peran Perempuan Jadi Motor Penggerak Pariwisata Indonesia Berkelas Dunia

Ekosistem dan Kelembagaan Jadi Sorotan

Sebagai Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif DPP PKB, Chusnunia menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem pariwisata secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa semua substansi usulan DPR telah diterima pemerintah—mulai dari penguatan industri, pengelolaan destinasi, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan teknologi, hingga promosi budaya.

“Ekosistem pariwisata kita desain dari hulu ke hilir untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” tegasnya.

Di sisi kelembagaan, DPR dan pemerintah sepakat memasukkan kembali bab khusus tentang kelembagaan kepariwisataan. Lembaga ini dirancang profesional dan mandiri, dengan penetapan melalui Peraturan Presiden. Pendanaan lembaga ini akan bersumber dari skema bantuan pemerintah, bukan hibah, agar sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan negara.

Chusnunia menutup pernyataannya dengan harapan besar terhadap keberlanjutan pembahasan RUU ini.

“Saya optimistis, RUU Kepariwisataan ini akan menjadi fondasi hukum yang kokoh untuk mentransformasi sektor pariwisata nasional—menjadikannya lebih tangguh, berakar pada budaya, dan siap bersaing di kancah global,” ujarnya. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Cermin Retak Pemimpin Pesolek: Menggugat Ilusi KDM
Persona Kawah Candradimuka Gunung Lawu Dan Trend Ekplore Alam Para Gen Z
Gaya Kepemimpinan KDM Berpotensi Lemahkan Peran SKPD
LPKAN Minta Polri Tindak Tegas Terduga Penista Agama di Booth Miras dalam Festival Musik The Sounds Project
The Bountie Hotel Sukabumi Hadir, Omega Hotel Management Perkuat Ekspansi Brand Lifestyle
Proklamasi Kemerdekaan dan Chomsky
Indonesia Berhasil Sabet 2 Medali di CMAS Asian Championship 2026
Wakil Ketua DPD RI Dorong BGN Segera Operasikan Dapur SPPG di Pulau 3T

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Cermin Retak Pemimpin Pesolek: Menggugat Ilusi KDM

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Gaya Kepemimpinan KDM Berpotensi Lemahkan Peran SKPD

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:26 WIB

LPKAN Minta Polri Tindak Tegas Terduga Penista Agama di Booth Miras dalam Festival Musik The Sounds Project

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:49 WIB

The Bountie Hotel Sukabumi Hadir, Omega Hotel Management Perkuat Ekspansi Brand Lifestyle

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Proklamasi Kemerdekaan dan Chomsky

Berita Terbaru

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto:  dok. Mediakarya)

Headline

Cermin Retak Pemimpin Pesolek: Menggugat Ilusi KDM

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:36 WIB