Pintu Masuk Ilegal Jadi Ajang Pungli TPA Sumur Batu

- Editor

Selasa, 20 Mei 2025 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekertaris Jenderal IAW, Iskandar Sitorus saat melaporkan sejumlah kasus korupsi ke KPK.

Sekertaris Jenderal IAW, Iskandar Sitorus saat melaporkan sejumlah kasus korupsi ke KPK.

KOTA BEKASI, Mediakarya – Indonesian Audit Watch (IAW) meminta Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk turun tangan dan memberi sanksi tegas kepada oknum yang terlibat dalam praktik pembuangan sampah ilegal di TPA Sumur Batu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, menilai praktik pembuangan sampah ilegal berpotensi menimbulkan kerugian negara yang signifikan.

Hal ini disebabkan adanya armada yang membuang sampah tanpa melalui prosedur resmi di TPA Sumur Batu. Para oknum tersebut justru menggunakan akses jalan ilegal dan membuang sampah melalui pintu tidak resmi di samping zona TPA.

“Armada sampah mulai dari baktor hingga truk besar membuang sampah tanpa membayar retribusi ke Pemerintah Kota Bekasi. Mereka diduga kuat membayar langsung kepada oknum di lingkaran UPTD TPA Sumur Batu. Ini merupakan pelanggaran sangat serius dan ini diduga telah berlangsung bertahun-tahun,” ungkap Iskandar, kepada Mediakarya, Senin (19/5/2025).

Berdasarkan data lapangan yang dihimpun aktivis dari Prabu Peduli Lingkungan dan Forum Jurnalis Penggiat Lingkungan (FJPL), pintu pembuangan sampah tidak resmi yang dimaksud merupakan tembok pembatas yang telah roboh dan hilang, yang seharusnya menjadi pemisah antara zona TPA Sumur Batu dengan permukiman warga.

Pagar pembatas TPA Sumur Batu yang hilang dan dijadikan pintu masuk truk pembuangan sampah ilegal. (Foto: Mediakarya)

Adapun dasar hukum yang dilanggar dalam kasus tersebut kata Iskandar, yang pertama, UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, pada pasal 29 dan pasal 44. Kedua, UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terhadap pasal 69 dan Pasal 98-100.

Selanjutnya yang ketiga, UU No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia atas pasal 9. Keempat, UUD 1945 pasal 28H ayat (1) tentang Hak atas lingkungan hidup yang sehat.

Baca Juga:  LBH Kesehatan Sebut Pinjaman Rp70 Triliun IHSS Kemenkes Rawan DikorupsiĀ 

Dan yang kelima, Perda Kota Bekasi No. 02/2021 tentang Pengelolaan Sampah karena pembiaran akses ilegal dan pengelolaan tidak memadai

Lebih lanjut, berdasarkan temuan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) dalam satu dekade terakhir memberikan laporan sebagai berikut:

  1. LHP BPK 2017 tentang hilangnya retribusi sampah mencapai Rp 12,8 miliar akibat praktik ilegal di TPA Sumur Batu.
  2. LHP BPK 2019 menyatakan hanya 5 dari 25 alat berat berfungsi; pengelolaan tidak efektif dan anggaran perawatan tidak jelas.
  3. LHP BPK 2021 mengungkap kebocoran anggaran perawatan alat berat mencapai Rp 4,5 miliar.
  4. LHP BPK 2023 sebut IPAL/IPAS tidak berfungsi dan mencemari air tanah di sekitar TPA.
  5. LHP BPK 2024 sebut bahwa TPA Sumur Batu tidak memenuhi standar pengelolaan sampah dan berpotensi mencemari lingkungan.

Rekomendasi IAW Adanya Penegakan Hukum:

  1. Sanksi administratif: Penutupan sementara TPA hingga standar pengelolaan terpenuhi. Pencabutan izin pengelola terkait akses ilegal dan pengelolaan asal-asalan.
  2. Sanksi pidana: Pasal 100 UU No. 32/2009: Pidana 3-10 tahun bagi pelaku pencemaran lingkungan. Pasal 3 UU Tipikor: Jika ada unsur korupsi terkait retribusi dan anggaran perawatan.
  3. Tindakan KLH/BPLH: Penerbitan segel lingkungan di TPA Sumur Batu. Koordinasi dengan KPK untuk audit investigatif atas dugaan penyelewengan anggaran.
  4. Perbaikan sistem: Audit ulang anggaran perawatan alat berat.

Monitoring IPAL/IPAS secara berkala oleh KLH/BPLH.

Iskandar menambahkan, bahwa kasus TPA Sumur Batu bukan sekadar soal sampah, tetapi soal kejahatan anggaran dan pencemaran lingkungan.
Jika Pemkot Bekasi tidak segera bertindak, maka praktik ini akan terus berulang.

“KLH/BPLH harus segera turun tangan dengan sanksi tegas, penyegelan, dan koordinasi dengan aparat penegak hukum. Jika tidak, Sumur Batu bukan hanya TPA, tetapi kuburan bagi anggaran daerah,” pungkas Iskandar Sitorus. (Spr)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara
Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah
Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik
Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai
Selamat dan Sukses, Kepada Sahabat yang Kini Memegang Tali Pimpinan Bhayangkara
Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker
Raih Juara 1 Pencak Silat, Siswa Terput Global 1 Dapat Apresiasi

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai

Berita Terbaru