Pakar Komunikasi: Tri Adhianto Perlu Bangun Tim Komunikasi Publik yang Terintegrasi

- Editor

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Analis Komunikasi Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Indonesia, Nurseylla Indra Donna, menilai lemahnya komunikasi publik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menjadi salah satu faktor yang memicu disinformasi, kesalahpahaman terhadap kebijakan, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe.

Pernyataan tersebut disampaikan Seylla saat menanggapi berbagai polemik yang belakangan muncul terkait sejumlah kebijakan Wali Kota Bekasi, baik yang diambil secara pribadi maupun sebagai kepala pemerintahan daerah.

Menurutnya, fenomena bahwa “apa pun yang dilakukan Wali Kota Bekasi selalu dianggap salah” tidak muncul begitu saja. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh polarisasi politik, bias persepsi masyarakat, serta tingginya ekspektasi publik terhadap pemimpin daerah.

“Kebijakan Wali Kota kerap dilihat dari kacamata siapa yang mendukungnya. Akibatnya, pendukung lawan politik akan selalu mencari celah kesalahan, terlepas dari kualitas kebijakan yang diambil,” ujar Seylla kepada Mediakarya, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat juga sering kali menginginkan penyelesaian instan terhadap persoalan yang kompleks, seperti banjir, kemacetan, maupun kondisi ekonomi. Ketika dampak suatu kebijakan belum terlihat dalam waktu singkat, muncul anggapan bahwa pemerintah tidak bekerja secara optimal.

“Di era digital, setiap langkah kepala daerah selalu berada dalam sorotan publik. Kesalahan kecil pun dapat dengan mudah diviralkan sehingga memicu sentimen negatif secara masif,” katanya.

Baca Juga:  Wali Kota Bekasi Peringatan HSN 2021

Karena itu, Seylla menilai Pemkot Bekasi perlu membangun pola komunikasi publik yang lebih terbuka, dua arah, empatik, dan partisipatif agar setiap kebijakan dapat dipahami masyarakat serta meminimalkan resistensi.

Menurutnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto perlu membentuk tim komunikasi publik yang terintegrasi dan memiliki sistem kerja yang terstruktur.

“Wali Kota Bekasi Tri Adhianto perlu membangun tim komunikasi publik yang terintegrasi dan terstruktur untuk memastikan komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah memberikan dampak positif dan terukur,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim tersebut harus memiliki kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengevaluasi strategi komunikasi publik secara efektif, sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan situasi dan tantangan yang berkembang.

Selain itu, tim komunikasi juga harus selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Bekasi guna menjaga stabilitas pemerintahan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Setiap penyampaian informasi, program strategis, maupun respons terhadap isu-isu yang berkembang harus mencerminkan visi dan misi resmi Pemerintah Kota Bekasi,” jelasnya.

Seylla juga mendorong agar tim komunikasi pemerintah lebih proaktif mengedukasi masyarakat mengenai implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga publik memahami arah pembangunan yang sedang dijalankan.

“Jika terjadi misinformasi di tengah masyarakat, respons yang diberikan harus didasarkan pada data, regulasi, serta arahan teknis resmi dari Wali Kota,” pungkasnya. (Fal)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Resah Asap Pabrik, Warga Burangkeng Geruduk CV Energi Bio Pelangi
Penyaluran Bansos Dikeluhkan, SGY Minta Pemerintah Tak Kaku Gunakan Desil
Dinilai Sosok Humanis, Etos Indonesia Dukung Komjen Asep Edi Suheri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo
BPA pada Air Minum Dalam Kemasan Aman? Begini Tanggapan Ketua BPKN RI

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:02 WIB

IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Resah Asap Pabrik, Warga Burangkeng Geruduk CV Energi Bio Pelangi

Berita Terbaru

Daerah

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:47 WIB