Pernyataan Anggota DPRD Kota Bekasi Terkait Dugaan Bullying di Unity School Dituding Picu Kegaduhan Publik

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Jawa Barat, Raden Andreas Nandhiwardana. (Foto: dok. Mediakarya)

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Jawa Barat, Raden Andreas Nandhiwardana. (Foto: dok. Mediakarya)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Jawa Barat, Raden Andreas Nandhiwardana menyayangkan pernyataan salah satu anggota DPRD Kota Bekasi yang mengancam akan melakukan tindakan tegas menyusul kasus dugaan bullying (perundungan) di Unity School Galaksi, Bekasi Selaltan.

Andre menegaskan, pernyataan anggota DPRD di ruang publik terkait dengan isu perundungan di Unity School Galaksi, seharunya didasarkan pada data faktual dan kondisi riil di lapangan agar tidak memicu kegaduhan atau mencederai kepercayaan masyarakat. Terlebih, jika isu yang diangkat tersebut terkait dengan permasalahan sensitif.

Sebagai salah satu wali murid dari siswa Unity School Galaksi, Andre menyebut bahwa pernyataan anggota DPRD Kota Bekasi dapat memicu keresahan bagi para siswa dan berpotensi menciptakan persepsi negatif bahwa sekolah Unity School Galaksi, tidak aman bagi siswanya.

“Seharusnya, pihak DPRD melakukan investigas terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan di media. Selain itu, di Unity School Galaksi tersebut tentunya ada CCTV. Dan kami yakin pihak sekolah juga akan bekerjasama dalam mengungkap kasus yang mengakibatkan adanya bully tersebut,” kata Andre kepada Mediakarya di Kota Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Andre menegaskan, sebagai representasi suara rakyat yang setiap ucapannya membawa bobot institusi, seharunya kritik atau tanggapan yang disampaikan oleh anggota DPRD harus berbasis pada hasil pengawasan objektif, bukan asumsi semata.

Andre juga mengaku siap melakukan langkah hukum atas pernyataan salah satu anggota DPRD Kota Bekasi tersebut yang dinilai dapat merugikan nama baik sekolah dan dapat menciptakan keresahan bagi guru maupun siswa yang saat ini masih aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

“Sebab jika permasalahan ini tidak segera diluruskan, maka akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kota Bekasi,” tegas Andre.

Sementara itu, menyikapi pemberitaan di platform media sosial dan pemberitaan dunia maya terkait dugaan perundungan yang beredar luas dalam pemberitaan tersebut, pihak Unity School Galaksi menyampaikan beberapa poin:

1. Bahwa pihak Sekolah memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang menunjukkan pihak sekolah memiliki kepedulian terhadap isu-isu anti perundungan dan merupakan upaya pihak sekolah dalam pencegahan jangka panjang.

2. Bahwa Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) ini terdiri dari Counselor, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, dan Koordinator Kesiswaan.

Baca Juga:  Ki Tembus Music Entertaint Turun Gunung Memeriahkan Temu Kangen Warga Pesibar

3. Bahwa setelah mengetahui isu adanya Dugaan Perundungan, pihak Sekolah memerintahkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang terdiri dari Counselor, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, dan Koordinator Kesiswaan untuk melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

4. Bahwa hasil investigasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), Kepala Sekolah dan Head of Academic telah melakukan komunikasi lanjutan dengan kedua orang tua siswa, telah melakukan pendampingan kepada kedua siswa, dan telah melakukan evaluasi bersama.

Adapun yang menjadi hasil temuan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagai berikut:

a. Bahwa setelah dicek kebenaran melalui rekaman CCTV yang berada di kelas tersebut, diketahui siswa-siswa sedang bermain sebelum dimulainya jam pembelajaran dan pada saat istirahat berlangsung.

b. Bahwa kedua Orang Tua siswa juga telah melakukan mediasi untuk mencapai penyelesaian permasalahan.

c. Bahwa sudah ada Surat Pernyataan dari Orang Tua siswa yang terlibat dalam peristiwa ini yang menyatakan telah diselesaikan dan tidak meminta dilaksanakannya mediasi lanjutan.

d. Bahwa setelah dilakukan penelusuran, peristiwa tersebut tidak memenuhi kriteria Perundungan yang dilakukan oleh siswa Sekolah Dasar Unity School.

e. Bahwa sampai dengan dikeluarkannya press release ini, kedua siswa sudah kembali beraktivitas belajar dan bermain bersama di Sekolah.

5. Bahwa kami telah memberikan informasi dan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Kota Bekasi sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas Institusi.

6. Bahwa pihak Sekolah menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat terhadap Unity School dan berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan keamanan serta kenyamanan dalam proses kegiatan belajar mengajar, sebagaimana menjadi bagian dari nilai dan motto sekolah.

7. Bahwa komitmen Pihak Sekolah dalam melakukan penguatan program anti perundungan dan kekerasan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan Masyarakat, DPRD Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan, KPAD Kota Bekasi, dan Orang Tua Siswa yang telah memberikan masukan kepada kami agar menjadi lebih baik lagi. Demikian yang dapat kami sampaikan agar menjadi perhatian untuk ke depannya. ***

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pangdam Jaya Dampingi Menhan Sjafrie Kunjungi Yonif TP 899 di Depok, Tekankan Kesiapan Prajurit
RW 06 Kelurahan Pengasinan Terima Dana Hibah 100 Juta, Siap Manfaatkan Secara Maksimal
MC Viral Tawarkan Hadiah Miras Bagi Penghafal Al-Quran, Ini Kata Polisi
Di Bawah Kepemimpinan Ade Puspitasari, Bapilu Golkar Kota Bekasi Pastikan Pengurus DPD Solid
Dukung Penanganan Pengolahan Sampah, Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak
Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak, Dukung Penanganan Pengolahan Sampah di Jakarta
Jelang Musda Golkar, Partai Pohon Beringin Kota Bekasi Terancam Tercabut dari Akarnya
Laporkan Hasil Kajian ke KPK, NCW Bekasi Raya Soroti Pembangunan GOR Terpadu Kota Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pangdam Jaya Dampingi Menhan Sjafrie Kunjungi Yonif TP 899 di Depok, Tekankan Kesiapan Prajurit

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pernyataan Anggota DPRD Kota Bekasi Terkait Dugaan Bullying di Unity School Dituding Picu Kegaduhan Publik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:53 WIB

RW 06 Kelurahan Pengasinan Terima Dana Hibah 100 Juta, Siap Manfaatkan Secara Maksimal

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:32 WIB

MC Viral Tawarkan Hadiah Miras Bagi Penghafal Al-Quran, Ini Kata Polisi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Di Bawah Kepemimpinan Ade Puspitasari, Bapilu Golkar Kota Bekasi Pastikan Pengurus DPD Solid

Berita Terbaru

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto:  dok. Mediakarya)

Headline

Cermin Retak Pemimpin Pesolek: Menggugat Ilusi KDM

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:36 WIB