BKI Perkuat Keselamatan Pelayaran Wisata melalui Kerja Sama Strategis di IYF 2026

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BKI memperkuat keselamatan pelayaran wisata melalui kerja sama strategis dengan INSA, Jasaraharja Putera, Reasuransi Indonesia Utama dan pelaku industri di IYF 2026.

BKI memperkuat keselamatan pelayaran wisata melalui kerja sama strategis dengan INSA, Jasaraharja Putera, Reasuransi Indonesia Utama dan pelaku industri di IYF 2026.

BALI, Mediakarya — PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran wisata melalui kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan dan asosiasi industri perkapalan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah pemangku kepentingan dalam rangkaian INSA Yacht Festival (IYF) 2026 yang berlangsung di Benoa, Bali.

BKI menandatangani MoU dengan Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), PT Jasaraharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan industri pelayaran, khususnya sektor wisata, melalui peningkatan keselamatan, kelayakan teknis kapal, serta pengelolaan risiko maritim.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama BKI R. Benny Susanto, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, dan Direktur Teknik PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Delil Khairat.

Direktur Utama BKI R. Benny Susanto mengatakan, penguatan fungsi klasifikasi dan penerapan standar keselamatan membutuhkan dukungan serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan industri pelayaran.

“Melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, BKI optimistis bahwa penguatan fungsi klasifikasi dan penerapan standar keselamatan akan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan dunia maritim di sektor pariwisata yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Benny.

Menurutnya, penguatan standar keselamatan tidak hanya penting untuk memastikan aspek teknis pelayaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia sebagai negara maritim.

Baca Juga:  INSA Ingatkan Pemerintah Selesaikan Isu Pelayaran Dukung Visi 2045

“Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mampu bersaing di tingkat global,” lanjutnya.

Dalam rangkaian IYF 2026, BKI juga menjalin kerja sama melalui penandatanganan MoU dengan PT Tringgading Agung Pratama, PT Wisata Biru Indonesia, dan PT Pelayaran Wisata Laut Varuna Sakti.

Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan industri pelayaran sekaligus meningkatkan penerapan aspek keselamatan maritim di sektor wisata.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini menjadi bagian dari upaya BKI memperkuat penerapan standar keselamatan pada industri pelayaran wisata. Dengan dukungan perusahaan pelayaran, asosiasi, sektor asuransi, dan pemangku kepentingan terkait, pengelolaan risiko serta kelayakan teknis kapal diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.

BKI berharap penguatan standar dan kolaborasi tersebut dapat mendorong terciptanya aktivitas pelayaran wisata yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, peningkatan keselamatan pelayaran juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata maritim Indonesia. Dengan standar keselamatan yang semakin kuat, industri pelayaran wisata memiliki fondasi yang lebih baik untuk berkembang sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dan wisatawan.

Melalui partisipasinya dalam IYF 2026, BKI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem maritim Indonesia yang aman, berdaya saing, dan berkelanjutan.(adt)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan
Green Energy Partnership Forum 2026, PLN EMI Perkuat Kolaborasi Dorong Pemanfaatan Energi Hijau
Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan
Stok Rumah Tangga Menipis Picu Harga Beras Naik, BBM Langka Dongkrak Biaya Perolehan
Didik J. Rachbini: Peluang Investasi Data Center Rp360 Triliun Jangan Sampai Seperti Pelanduk Terperosok Dua Kali
On Point Media Sukses Gelar Lokafest Surabaya, Dorong UMKM Manfaatkan Inovasi dan Teknologi
Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Energi Resmi Dibentuk, Target PLTS 100 GWp Jadi Ujian Awal
Rhenald Kasali Soroti Proyek Data Center Jatiluhur: Jangan Abaikan Fungsi Vital Waduk Demi AI

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Green Energy Partnership Forum 2026, PLN EMI Perkuat Kolaborasi Dorong Pemanfaatan Energi Hijau

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Stok Rumah Tangga Menipis Picu Harga Beras Naik, BBM Langka Dongkrak Biaya Perolehan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Didik J. Rachbini: Peluang Investasi Data Center Rp360 Triliun Jangan Sampai Seperti Pelanduk Terperosok Dua Kali

Berita Terbaru

PAM JAYA raih predikat 'sangat baik',

Ekonomi & Bisnis

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:13 WIB