Dukung Pengembangan Wisata, Sukarno Ciptakan Lagu Wisata Kabupaten Karanganyar

- Editor

Kamis, 24 Juni 2021 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN KARANGANYAR, Mediakarya.id – Kabupaten Karanganyar mempunyai segudang potensi daerah wisata. Selain keindahan alam dan Wisata Kulinernya Kabupaten Karanganyar juga di kenal sebagai daerah wisata Seni Budaya.

Melihat potensi tersebut, Sukarno, seorang Pemerhati Budaya yang tinggal di Tawangmangu, membuat sebuah lagu tentang potensi Pariwisata di Kabupaten yang berjuluk Intan Pari tersebut.

Sukarno memberi judul ” Karanganyar Gudang Wisata”. Dia menggarap lagu tersebut bersama Joko atau Jack CL, seniman Solo yang memiliki Studio rekaman, Java Holic Record, yang sering dibuat rekaman maestro Campur Sari, almarhum Didi Kempot.

Selama 3 bulan Sukarno menggarap lagu yang mengangkat tema tempat – tempat wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar tersebut.

” Kurang lebih selama 3 bulan saya bersama Pak Joko atau biasa dipanggil Jack CL menggarap lagu ini. Pak Joko membuat lagunya saya yang membuat lirik dan menyanyikannya” ungkap Sukarno, yang juga pemilik Rumah Makan Rindu Alam di Tawangmangu kepada Harnasnews.com, Kamis, 13/05.

Lagu yang dibuat ini musiknya Langgam Campur Sari. Namun Sukarno ingin nanti dibuat berbagai versi musiknya.

” Kalau yang saya nyanyikan musiknya Langgam Campur Sari. Nanti saya ingin dibuat versi lain seperti Pop, Accoustic atau Campur Sari Koplo, sehingga bisa diterima semua kalangan ” ujarnya.

Lagu Karanganyar Gudang Wisata ini di launching Karno melalui YouTube pada tanggal 6 Mei kemarin. Hingga hari ini ( 7 Hari ) sudah dilihat lebih dari 16 ribu viewer.

” Alhamdulilah respon masyarakat bagus. Selama seminggu setelah saya lauching, sudah di lihat lebih dari 16 viewer. Menurut saya itu sudah luar biasa. Karena saya hanya mengandalkan media sosial Facebook dan dari Whatapps. Kita akan coba lauching lagi dengan mengundang rekan – rekan media, agar lagu ini bisa lebih dikenal masyarakat secara luas” tandasnya.

Baca Juga:  RUU Kepariwisataan Capai Titik Temu, Chusnunia: Saatnya Transformasi Pariwisata Nasional

Sukarno juga sangat berharap lagunya bisa menjadi lagu icon Budaya Kabupaten Karanganyar. ” Harapan saya lagi ini bisa di nikmati warga Kabupaten Karanganyar, sehingga bisa menjadi Icon lagu di Kabupaten Karanganyar” tutur pria yang juga pengusaha kain tersebut.

Kabupaten Karanganyar mempunyai potensi pendapatan dari sektor Industri, Pertanian dan Pariwisata. Pariwisata dominasi di wilayah Lereng Gunung Lawu, khususnya daerah Kecamatan Tawangmangu dan Ngargoyoso.

Situs – situs peninggalan Agama Hindu tersebar di dua wilayah tersebut. Dari mulai Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Menggung. Selain itu upacara – upacara adat sampai hari ini juga masih terpelihara khususnya di Candi Menggung dan Dusun Pancot dengan Mondosionya.

Perkembangan wisata kuliner di wilayah Kecamatan Ngargoyoso juga berkembang sangat pesat. Hal tersebut menjadi salah satu pendukung wisata alam yang ada disana. Dari mulai Kebun Teh Kemuning, Air Terjun Jumok, Taman Hutan Raya atau disingkat TAHURA dan lain – lain.

Sementara di wilayah Tawangmangu juga bermunculan wisata – wisata baru sejak di bangunnya Jalan Tembus Tawangmangu – Sarangan. Selain Grojogan Sewu, Taman Wisata Balekambang, Bumi Perkemahan Sekipan, sekarang beberapa tempat wisata baru bermunculan, seperti Lawu Park, Bukit Sakura, Wonder Park Dan lain – lain.

Dilihat dari masifnya pembangunan tempat wisata dan kuliner, kedepan sepertinya akan terus bermunculan tempat wisata baru yang akan memanjakan para wisatawan di wilayah tersebut. (Cj/yos).

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Persona Kawah Candradimuka Gunung Lawu Dan Trend Ekplore Alam Para Gen Z
The Bountie Hotel Sukabumi Hadir, Omega Hotel Management Perkuat Ekspansi Brand Lifestyle
Ni Luh Puspa Dorong Peran Perempuan Jadi Motor Penggerak Pariwisata Indonesia Berkelas Dunia
Novotel Jakarta Cikini Perpanjang Paket Staycation dan Open Top Tour hingga 31 Agustus 2026, Mulai Rp1,28 Juta
Nobar Final Piala Dunia 2026 di The Plaza Millennium Medan Berlangsung Meriah, Stevan Pasaribu Hibur Pengunjung
Tren Layanan Hotel Masa Depan Bersama Transvision Hospitality di NFH Expo 2026, ICE BSD
LUME Resmi Dibuka di Swiss-Belresidences Kalibata, Sajikan Menu Asian Fusion
All Star Brand Management dan Omega Hotel Management Kembangkan Rockstar Hotel Pekayon di Jakarta Timur

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:49 WIB

The Bountie Hotel Sukabumi Hadir, Omega Hotel Management Perkuat Ekspansi Brand Lifestyle

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:38 WIB

Ni Luh Puspa Dorong Peran Perempuan Jadi Motor Penggerak Pariwisata Indonesia Berkelas Dunia

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:43 WIB

Novotel Jakarta Cikini Perpanjang Paket Staycation dan Open Top Tour hingga 31 Agustus 2026, Mulai Rp1,28 Juta

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:18 WIB

Nobar Final Piala Dunia 2026 di The Plaza Millennium Medan Berlangsung Meriah, Stevan Pasaribu Hibur Pengunjung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tren Layanan Hotel Masa Depan Bersama Transvision Hospitality di NFH Expo 2026, ICE BSD

Berita Terbaru

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto:  dok. Mediakarya)

Headline

Cermin Retak Pemimpin Pesolek: Menggugat Ilusi KDM

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:36 WIB