Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bekasi Belum Tetapkan PJJ

- Editor

Senin, 7 September 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tri Adhianto (Walikota Bekasi) Foto:Ist

Tri Adhianto (Walikota Bekasi) Foto:Ist

KOTA BEKASI, Mediakarya – Terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Kota Bekasi hingga saat ini belum mengeluarkan instruksi Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ). Hal ini disampaikan Walikota Kota Bekasi Tri Adhianto kepada media, pada Senin (07/09/26).

“Sampai hari ini kita tidak PJJ. Kan kita tidak tahu erupsinya. Kalau erupsinya memburuk dan hari ini tentu harus ada satu tindakan yang kita lakukan,” ujar Tri Adhianto kepada media.

Namun demikian, Tri telah memerintahkan kepada Dinas Pendidikan untuk mengeluarkan Surat Instruksi. Ketentuan PJJ pada hari ini juga diserahkan kepada organik sekolah dengan melihat situasi kondisi yang ada.

“Jadi silahkan saja nanti sekolah melihat situasi kondisi yang ada. Tapi overall, secara umum, tadi sudah saya cek ke dinas LH, ini masih dalam konteks sebetulnya kondisi yang masih relatif aman untuk kita bisa melakukan aktivitas di luar,” kata Tri.

Baca Juga:  Diduga Langgar Prokes, Tri Tinjau Langsung SMP Islam Bidayatul Hidayah

Sinyal atau alarm kondisi udara di kota Bekasi sepenuhnya diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.

Selain itu, Pemkot telah memerintahkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) beserta penggiat ekoinzim untuk melakukan penyemprotan di wilayah kota Bekasi.

“Yang paling penting adalah dinas lingkungan hidup untuk terus memantau dari waktu ke waktu, sehingga dapat memberikan informasi sejak dini kepada Pemkot Bekasi,” katanya.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga meniadakan apel rutin yang biasanya digelar setiap Senin pagi. Hal ini merupakan salah satu upaya mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Namun demikian, Tri memastikan bahwa Pemkot Bekasi tidak mengambil kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemkot terutama bagi pelayanan.

“Itu salah satunya bagiamana salah satu mengurangi kegiatan di lapangan. Jadi tetap absensi, dengan menggunakan gitri, dengan menggunakan sistem yang ada. Jadi meraka tetap masuk,” pungkasnya.(Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Soroti Tindakan Oknum Advokat di Brebes, Habib Syakur Berikan Pendapatnya
Misteri di Balik Kericuhan Cot Girek: Pengukuran Tapal Batas Desa Berujung Dugaan Pengeroyokan
AHY Cup 2026: Paja One Juara, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
BPKN RI Dorong Lima Langkah Konkret Lindungi Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Lulusan Aero Astra Akademia Raih Penghargaan Usai Selamatkan Anak Tamu di Mercure Karawang
5 Cara Cari Cuan dari Media Sosial, Kreator Perlu Pahami Audiens dan Data
Berseloroh Eksploitasi Tubuh Perempuan, KDM Dituding Pejabat Krisis Moral dan Miskin Adab
Peringati HUT ke-25, Demokrat Jakarta Gelar AHY Cup 2026

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:26 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bekasi Belum Tetapkan PJJ

Senin, 7 September 2026 - 09:57 WIB

Soroti Tindakan Oknum Advokat di Brebes, Habib Syakur Berikan Pendapatnya

Senin, 7 September 2026 - 03:35 WIB

Misteri di Balik Kericuhan Cot Girek: Pengukuran Tapal Batas Desa Berujung Dugaan Pengeroyokan

Minggu, 6 September 2026 - 22:46 WIB

AHY Cup 2026: Paja One Juara, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda

Minggu, 6 September 2026 - 18:54 WIB

BPKN RI Dorong Lima Langkah Konkret Lindungi Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Berita Terbaru