KARAWANG, Mediakarya – Ridwan Ammar Fauzan, lulusan Aero Astra Akademia Angkatan X, mendapat penghargaan dari manajemen Mercure Hotel Karawang atas keberanian dan respons cepatnya saat menyelamatkan anak tamu dalam kondisi darurat di area kolam renang hotel.
Sertifikat apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh General Manager Mercure Hotel Karawang, Djati Asmara Wijaya, kepada Ridwan pada 1 Agustus 2026.
Ridwan sebelumnya menjalani program magang di Mercure Hotel Karawang. Setelah menyelesaikan masa magang, ia langsung mendapat kesempatan bekerja di hotel bintang empat yang merupakan bagian dari jaringan Accor Group tersebut.
Menurut Djati, penghargaan diberikan karena Ridwan mampu mengambil tindakan cepat ketika menghadapi situasi darurat saat bertugas di area kolam renang.
“Penghargaan ini diberikan karena Ridwan, lulusan Aero Astra Akademia, atas keberanian dan tindakan cepat dalam menyelamatkan anak tamu dari tenggelam di kolam renang Mercure Hotel saat bertugas di area kolam renang,” kata Djati.
Ia menilai tindakan Ridwan menunjukkan keberanian, kepedulian, tanggung jawab, dan ketegasan dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Menurut Djati, penanganan situasi darurat tidak hanya berkaitan dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP), tetapi juga membutuhkan kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tetap tenang ketika keselamatan seseorang berada dalam kondisi terancam.
Ridwan merupakan lulusan Aero Astra Akademia Angkatan X yang berasal dari Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
Ia merupakan salah satu peserta Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) 2025 yang diselenggarakan Aero Astra Akademia Lampung bekerja sama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program tersebut memberikan pembekalan keterampilan vokasi kepada peserta didik sebagai persiapan memasuki dunia kerja.
Sertifikat apresiasi yang diterima Ridwan ditandatangani oleh People & Culture Manager Mercure Hotel Karawang, Grace Eunike Sibuea, dan General Manager Mercure Hotel Karawang, Djati Asmara Wijaya.
Mercure Hotel Karawang merupakan hotel bintang empat yang menjadi bagian dari jaringan Accor Group International.
Pimpinan Aero Astra Akademia, Denny Primawan Lo., S.E., M.M., CHM., C.Me., mengatakan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.
“Attitude adalah hal paling utama yang Aero Astra Akademia tanamkan kepada siswa didik,” kata Denny.
Menurut dia, pengetahuan (knowledge) menjadi dasar teori, sementara keterampilan (skill) dikembangkan melalui latihan. Keduanya kemudian membentuk kemampuan (ability) yang dibutuhkan peserta didik ketika memasuki dunia kerja.
Namun, Denny menilai kemampuan teknis saja belum cukup.
“Pengetahuan ditambah keterampilan sama dengan kemampuan seseorang. Tetapi hal itu tidak cukup. Yang lebih dari itu adalah perilaku atau attitude yang terutama, yang menyumbangkan 88 persen kesuksesan seseorang,” ujarnya.
Denny, yang pernah menjabat sebagai General Manager di Astra International Tbk. dan memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan, mengatakan sikap kerja perlu dibentuk sejak peserta didik menjalani pendidikan.
Disiplin, integritas, dan kejujuran menjadi sejumlah nilai yang ditanamkan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan etos kerja peserta didik.
Dalam pelaksanaan pendidikan vokasi, peserta didik Aero Astra Akademia menjalani program magang selama enam bulan di sejumlah hotel.
Beberapa di antaranya adalah Swiss-Belhotel Express Cilegon, Mercure Hotel Karawang, Swiss-Belhotel Cikande, dan ibis Bandung Trans Studio.
Menurut Aero Astra Akademia, seluruh peserta didik yang mengikuti program magang di hotel-hotel tersebut mendapat kesempatan untuk bekerja setelah menyelesaikan masa magang.
Pengalaman magang tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran agar peserta didik tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja dan tuntutan industri perhotelan.
Selain keterampilan teknis, peserta didik dibekali pemahaman mengenai pola pikir (mindset) dunia industri.
Disiplin, integritas, dan kejujuran menjadi nilai yang terus dilatih dan ditekankan sebagai bekal menghadapi lingkungan kerja.
Semangat “berpikir bisa” juga menjadi bagian dari pembiasaan yang diberikan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari sikap dan perilaku peserta didik yang disebut “Aero Nation”, yakni sebutan bagi civitas akademika Aero Astra Akademia.
Penghargaan yang diterima Ridwan menjadi salah satu contoh penerapan keterampilan dan karakter yang dibutuhkan peserta didik ketika terjun langsung ke dunia industri. (hab)











