Komarudin: Pemkot Bekasi Juga Harus Bangun Sejumlah Polder Air

- Editor

Senin, 15 November 2021 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Bekasi, Komarudin, meminta agar Pemkot Bekasi menambah jumlah polder air sebagai langkah antisipasi banjir

Anggota DPRD Kota Bekasi, Komarudin, meminta agar Pemkot Bekasi menambah jumlah polder air sebagai langkah antisipasi banjir

KOTA BEKASI, Mediakarya – Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar Persatuan, Komarudin, memiliki perhatian khusus dalam penanganan banjir di wilayah Kecamatan Mustikajaya sampai ke wilayah perbatasan daerah tetangga, yakni Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Bukan tanpa alasan, perhatian yang menyedot dirinya karena adanya penumpukan sampah di Kali Cijambe tepatnya di Crossing Tol Jakarta- Cikampek.

Menurutnya, penanganan banjir di wilayah itu perlu dilakukan secara menyeluruh dan juga butuh melibatkan semua stakeholder terkait, baik di tingkat wilayah, daerah maupun oleh Pemerintah Pusat, hingga peran masyarakat di lingkungan tersebut.

“Pasalnya, persoalan yang terjadi mengakibatkan setiap ada turun hujan dipastikan wilayah itu harus tergenang air sangat tinggi dan merugikan masyarakat sekitar,” ujar Komarudin, Senin (15/11/2021).

“Saya beberapa waktu lalu sempat berdiskusi bersama masyarakat dari Forum Peduli Kali Cijambe dan beberapa pimpinan RT dan RW, Babinkamtibmas dan perwakilan kementrian ATR-BPN, terkait permasalahan itu di Pospol Bekasi Timur Regency (BTR), Kelurahan Cimuning, Mustikajaya, hingga tergali infomasi hulu ke hilir apajila banjir disana disebabkan sampah yang menumpuk di aliran kali tersebut,” kata Komar, sapaan akrabnya.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, terkait persoalan sampah yang selalu menyumbat aliran kali tersebut meskipun sering diangkat dan dibersihkan, setelah ditelusuri, apakah itu dominan disebabkan banyaknya masyarakat yang belum tertib buang sampah atau karena sampah dari TPST Bantargebang dan Sumur Batu.

Terlepas dari itu, diakui Komar, berbagai cara juga sudah coba dilakukan dan direncanakan pada diskusi tersebut, dari pembuatan jaring sampah di tiap perbatasan wilayah, lalu juga sosialisasi dan edukasi sampah pada masyarakat. Bahkan, mendorong Pemerintah Daerah dan Pusat untuk mengeluarkan kebijakan penanganan sampah yang tepat sasaran.

Baca Juga:  Berkerumun di Area Publik, Siap-Siap Dibubarkan Petugas

“Dan saya sendiri mendorong supaya dibuat tangkapan air di wilayah hulu dengan polder di Sumur Batu dan Cikiwul juga di perumahan Zamrud serta Dukuh Bima saat dipertemuan tersebut,” ungkapnya.

Dia menegaskan, banjir tidak hanya ditangani saat terjadi, tapi management dan penataan air harus dilakukan segera.

Bukan hanya membuat saluran yang dibangun, tapi juga tangkapan air harus terbangun di tingkatan masyarakat dengan biopori serta pembangunan polder-polder yang dibangun Pemerintah maupun oleh pengembang perumahan. Jadi, dengan begitu banjir bisa terkendali dengan sangat baik.

“Semua sudah saya paparkan di pertemuan itu dan kebetulan sekarang sebagai anggota DPRD Kota Bekasi yang memang bertugas di Komisi II dengan bidang pembangunan dan lingkungan hidup. Artinya, saya bisa konsen untuk memfokuskan masalah ini agar dapat diprioritaskan Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Terakhir, Komar menambahkan, semua pihak pun sudah bersepakat untuk bisa melakukan kerja serta partisipasi bersama masyarakat dengan berkolaborasi bersama Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan secara holistik dan didukung oleh aparatur TNI Polri serta pihak Pemerintah Pusat.

Sehingga, lanjut dia, nanti di wilayah bantaran hulu Kali Siluman dan hilir Kali Cijambe tidak lagi terkendala banjir, karena aliran air dikelola sangat baik.

“Begitu juga dari pihak pengembang, antara lain Perumahan Bekasi Timur Regency, Vida Bekasi, Zamrud, PT Timah, Bumyagara, lalu Mutiara Gading Timur, Pondok Timur serta pengembang lain baik besar dan kecil hulu hilir, agar menyediakan tempat tangkapan dan pengelolaan air sebagai prasyarat Amdal yang harus dipenuhi,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker
Raih Juara 1 Pencak Silat, Siswa Terput Global 1 Dapat Apresiasi
Akses Ditutup Total, Proyek Jalan Burangkeng–Ciledug Bikin Pedagang Kehilangan Penghasilan
Salurkan Hal Positif, Polsek Bekasi Selatan Buka Pelatihan Ju-Jitsu Bagi Pelajar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker

Berita Terbaru