Kementerian BUMN Konsolidasikan Klaster Kesehatan

- Editor

Senin, 27 Desember 2021 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan saat ini sedang mengkonsolidasikan klaster kesehatan BUMN. Erick mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari pembentukan ekosistem demi memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan.

“Kita tahu ekosistem ini menjadi kunci. Kalau kita berdiri sendiri-sendiri, akhirnya tentu kita tidak punya kekuatan yang terpadu untuk menahan gelombang yang terjadi ke depannya,” kata Erick dalam pernyataan tertulisnya, Senin (27/12).
Saat ini, Kementerian BUMN juga telah berhasil menggabungkan Bio Farma sebagai perusahaan induk atau holding company. Holding tersebut  membawahi Kimia Farma, Indofarma, dan sejumlah rumah sakit yang berada di bawah Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
Selain itu, secara bisnis Bio Farma juga diharapkan mampu membuka peluang baru. Khususnya peluang baru dalam industri kesehatan seperti industri vaksinasi.
“Karena itu kita coba sekarang bekerja sama dengan berbagai pihak apakah merupakan vaksin mRNA atau protein rekombinan yang hari ini memang masih terus kita jajaki,” tutur Erick, dikutip dari republika.
Terkait vaksinasi, Erick menjelaskan pada 13 Desember 2021 telah dimulai uji klinis vaksin produksi Bio Farma. Dengan dimulainya uji klinis tersebut, Erick berharap tahun depan Indonesia mampu memproduksi vaksin secara mandiri.
“Tentu kita harapkan dengan uji klinis ini kesatu lalu kedua dan ketiga, kita juga bisa menekan impor vaksin di tahun depan. Kita siap memproduksi 77 juta dosis untuk langkah awal yang bisa mulai insyaallah di bulan Juli,” ungkap Erick.
Erick Thohir memastikan Indofarma akan fokus dalam pengembangan industri herbal pada pengobatan. Hal tersebut menurutnya merupakan bagian dari upaya menekan impor bahan baku obat.
“Indonesia memiliki alam dan kultur yang mumpuni dalam mengembangkan industri tersebut,” kata Erick.
Erick yakin pada dasarnya, industri herbal di Indonesia memiliki kekuatan. Khususnya dalam hal kekuatan yang dimiliki dari alam dan terdapat kultur mengenai industri herbal.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keinginannya agar pemerintah dapat menghentikan impor baik alat kesehatan, obat-obatan, maupun bahan baku obat. Jokowi berharap, barang-barang tersebut dapat diproduksi sendiri di Tanah Air.
“Alat-alat kesehatan, obat-obatan, bahan baku obat, kita harus berhenti untuk mengimpor barang-barang itu lagi dan kita lakukan, kita produksi sendiri di negara kita,” kata Jokowi  dalam sambutannya saat melakukan groundbreaking Rumah Sakit (RS) Internasional Bali yang terletak di Kawasan Wisata Sanur, Denpasar, Senin (27/12).
Saat ini, Kementerian BUMN juga tengah mengkonsolidasikan klaster kesehatan. Upaya tersebut tersebut merupakan bagian dari pembentukan ekosistem demi memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan.(qq)
Baca Juga:  Tutupi Kebohongan, Pemerintah Tolak Bantuan

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penyadapan Prabowo Satu Arah Untuk Kudeta dan Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri
Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi
Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

Penyadapan Prabowo Satu Arah Untuk Kudeta dan Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui

Selasa, 3 November 2026 - 16:35 WIB

Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 09:16 WIB

Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng

Berita Terbaru