Airlangga-Ganjar Pesaing Kuat Prabowo-Puan

- Editor

Senin, 22 November 2021 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Ist)

Ganjar Pranowo bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Meski berdasarkan hasil survei Capres 2024 belum terjadi lonjakan yang signifikan, akan tetapi nama sosok Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai patut untuk diperhitungkan.

Direktur eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS) Indonesia, Bambang Istianto mengungkapkan bahwa Airlangga merupakan sosok humbel yang teknokrat dan sarat dengan pengalaman.

Oleh karenanya dia berpendapat bila Airlangga berpasangan dengan Ganjar Pranowo elektabilitas pasangan Capres tersebut dapat melejit mengungguli pasangan siapapun pada Pilpres tahun 2024.

Menurut dia, pertarungan Capres di 2024 dinilai akan seru dan dinamis. Sebab jika membandingkan keunggulan masing masing paslon, Airlangga Hartarto dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan yang sudah teruji. Hal itu ketika menghadapi gejolak di partainya diselesaikan dengan elegan, kondusif dan demokratis.

“Hal ini yang membedakan dengan Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra. Tantangan yang dihadapi sosok yang saat ini menjabat Menhankam relatif kecil karena dalam manajemen partai bergaya komando dan sentralistik dan mencerminkan kurang demokratis,” ujar Bambang kepada Mediakarya, Senin (22/11/2021).

Sedangkan Anies Baswedan, meski telah memiliki sejarah di birokrasi pemerintahan tapi Anies dinilai minim pengalaman memimpin sebuah organisasi politik yang tensi konfliknya sangat tinggi, artinya dalam manajemen konflik belum teruji seperti Airlangga.

“Demikian pula jika kita membandingkan para pendamping calon presiden misalnya Puan Maharani. Meskipun berpengalaman menduduki posisi strategis seperti pernah menjadi Menteri Koordinator, Ketua DPR dan wakil ketua partai, politisi PDIP itu belum menunjukkan prestasi yang menonjol. Selain itu sosok Puan cenderung terbiasa nyaman di menara gading dan tidak dekat dengan rakyat kecil,” imbuh Bambang.

Baca Juga:  Ganjar - Airlangga Beri Sinyal Bakal Duet di Pilpres 2024

Sedangkan Capres lain seperti AHY yang digadang-gadang sebagai calon pendamping Anies Baswedan, lanjut Bambang, banyak kalangan menilai sosoknya memang cerdas dan sebagai ketua partai tapi minim pengalaman di lapangan baik di birokrasi dan politik, sehingga sering disebut sebagai pemimpin yang prematur.

Adapun Ganjar Pranowo berpengalaman dalam birokrasi sebagai gubernur dan lapangan politik praktis sebagai pengurus partai dan anggota DPR, meskipun kemugkinan akan kehilangan rumah partai bernaungnya namun sangat tepat bila Ganjar mendampingi Airlangga.

Bambang mengungkapkan, Airlangga yang saat ini menakhodai partai besar disamping sebagai Menko Perekonomian, berpotensi mampu melakukan perubahan fundamental terhadap kondisi Ipoleksosbud Hankam yang saat ini sedang mengalami distorsi cukup mengkhawatirkan.

“Disamping kepiwaiannya mengendalikan kekuatan politik besar yakni Partai Golkar yang masih solid dan kondusif, selain itu segudang pengalaman Airlangga di birokrasi pemerintahan dapat membawa Indonesia keluar dari krisis dengan soft landing tanpa kegaduhan,” ujarnya.

Bambang menilai, duet pasangan Airlangga – Ganjar memiliki potensi yang strategis. Sebab keduanya memiliki basis massa yang kuat dari dua partai besar dimana mereka saat ini bernaung.

“Meskipun posisi Ganjar sedang diujung tanduk kemungkinan dipersona non gatra tetapi elektabilitasnya masih moncer pada posisi tiga besar antara Prabowo, Ganjar dan Anies,” katanya

Bambang berpendapat, jika kebijakan presiden threshold tetap 20 % diprediksi yang akan berlaga tiga pasang calon yaitu; Prabowo- Puan, Ailangga- Ganjar dan Anies- AHY.

“Komposisi tiga pasang calon tersebut sangat kompetitif karena ketiganya memiliki keunggulan masing masing sehingga konstelasi politik dan pertarungannya akan seru dan dinamis,” pungkasnya. (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Belasan Jenderal Diperkirakan Bakal Jadi Tersangka dalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri
Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi
Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:40 WIB

Belasan Jenderal Diperkirakan Bakal Jadi Tersangka dalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui

Selasa, 3 November 2026 - 16:35 WIB

Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri

Berita Terbaru