Analis IPPS Minta Para Menteri Letakan Jabatannya di Parpol

- Editor

Rabu, 3 September 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Situasi politik Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Berbagai peristiwa terjadi di lingkungan pemerintahan, maupun legislatif yang dinilai telah mencederai kepercayaan masyarakat.

Hal ini juga menuai sorotan dari berbagai pihak bahkan dunia. Salah satunya datang dari Institut for Public Policy Studies (IPPS) Indonesia yang menggelar diskusi publik bertajuk ”Menggugat Peran Partai Politik dan Implementasi Kedaulatan Rakyat” di Terrace Kafe, Jl. DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).

Analis IPPSI H. Y. Husein Ibrahim mengatakan bahwa rangkap jabatan di lingkungan politik menjadi salah satu pemicu dari kegaduhan politik di Indonesia.

Husen Ibrahim juga meminta agar seorang menteri atau pembantu presiden harus berani meletakan jabatannya di partai politik. Karena jika tidak, maka roda pemerintahan tidak dapat berjalan dengan maksimal. Karena berpotensi diintimidasi oleh Parpol.

“Ketika seorang ketua partai menjabat sebagai menteri, maka tidak boleh ada intervensi yang mengutamakan kepentingan politik di atas kepentingan rakyat. Jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan secara penuh dan independen,” tegas Husein Ibrahim.

Baca Juga:  Legislator Tak Persoalkan Kenaikan Tarif Asalkan Pelayanan Optimal

Pada kesempatan itu, selain Analis IPPSI, Husein Ibrahim juga hadir Yusuf Blegur sebagai narasumber dengan menyasar kalangan akademisi, pemerhati politik, serta masyarakat umum yang peduli terhadap dinamika politik Indonesia.

Yusuf berharap agar pemerintah bisa lebih fokus membenahi permasalahan krusial yang saat ini dihadapi negara, khususnya yang tengah dialami warga masyarakat Indonesia.

”Jangan sampai, permasalahan yang saat ini tengah bergejolak bisa menjadi fokus Presiden Republik Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil keputusan yang bisa sesuai tuntutan warga Indonesia,” papar Yusuf Blegur dalam kesempatan yang sama.

Adapun kegiatan ini, IPPSI berharap, sistem politik Indonesia dapat berjalan lebih sehat, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan semata-mata pada kepentingan politik praktis. (Me)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK
Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat
Rektor Universitas Paramadina Tanggapi Usulan Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Selasa, 22 September 2026 - 22:48 WIB

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Selasa, 22 September 2026 - 11:27 WIB

Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB