JAKARTA, Medikarya – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Sudirta mengapresiasi kinerja penegak hukum dalam menangani kasus mafia minyak goreng.

“Pengungkapan kasus ini menunjukkan penegak hukum memiliki sensitivitas terhadap kehidupan sosial masyarakat,” kata dia dalam keterangan di Jakarta Kamis.
Menurut Wayan seperti itulah seharusnya penegakan hukum dipraktikkan. Dia menegaskan potensi kejahatan akan selalu ada di balik kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
Untuk itu, kejelian, sensitivitas, empati terhadap kesulitan masyarakat luas harus juga menjadi pegangan bagi penegak hukum, baik di Kejaksaan Agung, Polri, maupun KPK.
“Nilai keadilan, dan kemanfaatan hukum harus selalu didahulukan dari pada nilai kepastian hukum itu sendiri. Mafia minyak goreng bukan hanya bertentangan dengan nilai kepastian hukum, tetapi juga mengingkari nilai-nilai kemanfaatan dan keadilan hukum bagi masyarakat,” kata Wayan, dikutip dari antara.

Ia menaruh harapan besar bagi Kejaksaan agar terus berdiri di depan kepentingan masyarakat luas dalam melakukan penegakan hukum.

Wayan mendorong Kejaksaan Agung menggunakan ketentuan pidana korupsi kepada pelaku mafia minyak goreng.

Menurutnya mafia minyak goreng sudah masuk kategori perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain, baik perorangan maupun korporasi, merugikan keuangan negara, juga merugikan perekonomian nasional.

Baca Juga:  Airlangga Sampaikan Update Koalisi at Ini bukan hanya bicara presiden, ya, bicara juga tentang legislatif nanti pemilu ini. Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan perkembangan soal koalisi Partai Golkar saat silaturahmi ke kediaman politikus senior Partai Golkar Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Kamis malam. "Tentu saya sampaikan update koalisi yang sedang dibangun oleh Golkar, tentu Pak JK sebagai senior dan juga Ketua Umum Partai Golkar wajib bagi saya untuk menyampaikan update dari apa yang dkerjakan Golkar," kata Airlangga di kediaman Jusuf Kalla, Kamis. Pada kesempatan itu Jusuf Kalla juga mengatakan bahwa membangun koalisi adalah hal yang tidak mudah dan membutuhkan kerja keras. "Tentu ini ada suatu pikiran. Akan tetapi, dalam praktik politiknya, tentu tidak mudah untuk menyatukan semua. Ide ini bagus, tetapi pelaksanaan secara riilnya tentu membutuhkan suatu upaya yang keras," ujar JK. JK juga mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas soal bagaimana Golkar menyambut pemilu, tidak hanya Pilpres 2024, tetapi juga pemilu anggota legislatif. "Selalu kami bicarakan bagaimana Partai Golkar itu nanti dalam pemilu tetap mempunyai suara yang cukup atau naik nanti. 'Kan ini bukan hanya bicara presiden, ya, bicara juga tentang legislatif nanti pemilu ini," ujarnya. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyambangi kediaman politikus senior Partai Golkar Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Kamis (4/5) malam. Airlangga tiba di kediaman JK sekitar pukul 20.45 WIB dengan ditemani istrinya, Yanti Airlangga. Kedatangan Airlangga bersama istrinya disambut oleh Jusuf Kalla dengan didampingi oleh istrinya Mufidah Jusuf Kalla. Pertemuan kedua tokoh Partai Golkar tersebut selesai pada pukul 22.02 WIB. (q2Golkar Saat Silaturahmi dengan JK

“Ketentuan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Undang-Undang 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah terpenuhi,” ujar Wayan.

Perbuatan para mafia minyak goreng tersebut secara nyata telah merugikan perekonomian nasional bahkan sampai pada kerugian pada tingkat pemenuhan kebutuhan masyarakat, katanya.
Menurut Wayan, besarnya kebutuhan pasar dalam negeri atas ketersediaan minyak goreng sangat berpotensi mafia minyak goreng tidak hanya dimainkan oleh pihak yang sudah dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung saat ini.
Untuk itu, Wayan juga mendorong Kejaksaan Agung dapat menyasar pihak-pihak lain yang memiliki potensi tinggi terlibat dalam kegiatan mafia minyak goreng tersebut.
“Saya percaya Kejaksaan Agung tidak akan berhenti sampai di titik ini,” kata dia lagi.
Dia mendorong dan menaruh harapan besar pada Kejaksaan Agung untuk dapat menyasar pihak-pihak lain yang turut bermain sebagai mafia minyak goreng.
Terlebih menurut dia, Kejagung memiliki kehebatan sumber daya manusia ditambah dengan modal kewenangan baru dalam UU Kejaksaan yang telah diubah belum lama ini.(qq)