TASIKMALAYA, Mediakarya – Warga Desa Nagrak mulai merasakan manfaat nyata dari budidaya maggot setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University pada 10 Juni 2025. Pelatihan yang menghadirkan Windra Priawandiputra, Ph.D. ini mengajarkan cara mengelola limbah organik dengan memanfaatkan Black Soldier Fly (BSF) yang dikenal sebagai maggot.
Salah seorang peserta, Muslih NA dari Desa Citeguh, kini konsisten membudidayakan BSF dengan memanfaatkan sampah organik dari usaha rumah makan di desanya. Setiap hari, ia mampu mengolah sekitar delapan ember limbah organik menjadi pakan maggot. Hasilnya menjanjikan: populasi maggot berkembang pesat, dan kini sekitar 10 warga ikut terlibat mengelola budidaya tersebut.
Meski menghadapi tantangan seperti menurunnya keberhasilan penetasan telur saat musim hujan, manfaat budidaya maggot mulai terasa. Dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi pada 18 Agustus 2025, sekitar 20% hasil budidaya digunakan sebagai pakan tambahan ikan dan unggas, termasuk kalkun.
“Sudah lama kalkun saya tidak bertelur, tapi setelah diberi pakan maggot, Alhamdulillah sekarang mulai bertelur lagi,” ungkap Muslih.
Selain meningkatkan produktivitas ternak, fermentasi pada pakan maggot juga membantu mengurangi bau menyengat dari limbah organik. Ke depan, masyarakat berharap program ini bisa dikembangkan menjadi usaha ekonomi yang memberi nilai tambah, dengan dukungan pelatihan lanjutan dari IPB University. (hab)






