Cerita Ditawari Ratusan Miliar Untuk Khianati Prabowo, Hercules: Prabowo Harga Mati

- Editor

Selasa, 9 Januari 2024 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Hercules, saat ditemui awak media, di Kantor DPP GRIB, Kedoya, Jakarta Barat, Senin (8/1/2024).

Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Hercules, saat ditemui awak media, di Kantor DPP GRIB, Kedoya, Jakarta Barat, Senin (8/1/2024).

 

JAKARTA,MediaKarya: Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Hercules mengaku, pernah ditawari uang ratusan miliar untuk mengkhianati Prabowo dengan mendeklarasikan GRIB untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden lain.

Namun, uang ratusan miliar tersebut ditolak dan tidak membuatnya gentar. Dengan santainya ia mengatakan Prabowo Harga Mati.

“Banyak sekali di pilpres ini, orang yang mengajak saya bergabung pihak lain, agar saya tidak lagi dengan pak Prabowo, bukan uang sedikit uang ratusan miliar, tapi saya tidak gentar dengan uang itu, karena saya harga mati dengan pak Prabowo,” Ujar Hercules saat ditemui awak media, di Kantor DPP GRIB, Kedoya, Jakarta Barat, Senin (8/1/2024).

Hercules menegaskan, dukungan GRIB untuk Prabowo-Gibran sudah harga mati, tidak ada tawar menawar.

“Kalau saya mau tawar menawar kemarin orang udah kasih saya uang dan nilainya gak sedikit, tapi ratusan miliar, saya tolak. Komitmen harga mati untuk nomor 2. Kalau ada yang melenceng-melenceng saya pecat,” ucap Hercules.

Baca Juga:  Ketua KPK: Merdeka itu Sejatinya Saat Indonesia Bebas dari Korupsi

Lebih lanjut, Hecules mengajak seluruh masyarakat, para kiai, ustad, habaib, tokoh ulama, bersama-sama untuk memilih Prabowo-Gibran menjadi Presiden dan wakil presiden.

Hercules juga memastikan, tidak akan mungkin dimasa tuanya Prabowo membohongi rakyat untuk mencari kekayaan.

Apalagi kata Hercules, sedikit banyaknya sudah mempunya tabungan untuk masa tuanya dengan aset yang dia miliki saat ini.

“Jadi gak mungkin, kalau pak Prabowo mau jadi Presiden untuk mencari kekayaan, sudah jelas tujuannya untuk mengabdi kepada rakyat dan negara Indonesia,” kata Hercules.

“Saya teringat kata-kata Gusdur Prabowo nanti dimasa tuanya akan menjadi seorang pemimpin, karena ketulusannya untuk bangsa ini, mungkin ini saatnya. Mudah-mudahan rakyat kasih kepercaayaam untuk beliau. Jadi masa tuanya dia masih berapi-api hanya untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar Hercules menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar
Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB