JAKARTA, Mediakarya – Bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo diramaikan oleh sejumlah perwira tinggi berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen)
Nama-nama jenderal bintang tiga yang masuk bursa bersumber dari spekulasi dan pengamatan publik di antaranya, Kalpolda Metro Jaya Asep Ade Suheri, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Namun demikian, pihak Istana Negara maupun Komisi III DPR RI belum juga memberikan pengumuman resmi terkait dengan munculnya tiga nama sebagai pengganti Listyo Sigit Prabowo dalam rangka regenerasi di tubuh korps Bhayangkara tersebut.
Sementara itu, berdasarkan sumber Mediakarya, ada upaya dari kelompok tertentu yang menginginkan posisi Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar dipertahankan sampai 2027 atau hingga 2029 mendatang.
“Porto folio Komjen Asep (Kapolda Metro Jaya) sudah tak perlu diragukan lagi, loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap institusi dan kepada negara luar biasa,” kata Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).
Iskandar mengungkapkan, karir dinas yang pernah diemban oleh Komjen Asep patut diacungkan jempol. Di mana sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya Komjen Asep sempat menjabat Wakabareskrim.
“Bahkan saat dirinya mengemban amanah untuk menduduki posisi Kapolda Metro, beliau sempat digoyang kasus kericuhan Jakarta Agustus tahun 2025 lalu, namun berhasil diredam,” katanya.
Lewat tagline yang diciptakannya bersama Gubernur DKI “JAGA JAKARTA” menjadi perhatian khusus dan dukungan penuh warga Jakarta untuk sama-sama menjaga Kota Jakarta,
“Ini terobosan yang terlihat seperti biasa tetapi penuh dengan guncangan, karena setiap ide tak semuanya sejalan, pro kontra biasa, itulah dinamika,” kata Iskandar lagi.
Oleh karena itu, kata Iskandar, tidak berlebihan jika Presiden mengusulkan Komjen Asep Ade Suhari sebagai calon Kapolri yang dinilai sangat tepat menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menanggapi prestasi-prestasi jendral bintang tiga lainnya, Iskandar mengatakan biar publik menilai. “Karena setiap personal punya penilaiannya sendiri,” pungkas Iskandar. (Mame)











