KOTA BEKASI, Mediakarya – Dalam rangka penguatan kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan dimasa pandemi ini melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang disampaikan saat menggelar seminar yang bertemakan ‘Tetap Sehat Di Masa Pandemi’, yang dilaksanakan di Krakatau Room, Hotel Horison Ultima Bekasi.
Istri Wakil Wali Kota Bekasi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Mota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto menyampaikan, dimasa pandemi saat ini, sangat penting memberikan edukasi kepada warga tentang pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sehingga nantinya, melalui kegiatan edukasi melalui seminar seperti ini, out putnya diharapkan berupa pencegahan agar angka kasus terkonfirmasi Covid-19 tidak melonjak kembali seperti di pertengahan tahun yang lalu.
“Semoga peserta seminar bisa belajar dan menyebarkan informasi kepada masyarakat atau komunitas masing-masing,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengajak kepada seluruh elemen yang ada di Kota Bekasi untuk terus meningkatkan koordinasi dan berkolaborasi untuk membangun Kota Bekasi.
“Terus saling berkolaborasi dan bergandengan tangan membangun Kota Bekasi,” pesannya.
Nia Aminah Kurniati, selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi menuturkan, penduduk Kota Bekasi termasuk penduduk yang heterogen dan dinamis dengan mobilitas yang tinggi, berpotensi menimbulkan permasalahan dalam berbagai aspek termasuk masalah kesehatan.
“Penduduk Kota Bekasi sangatlah heterogen, jika tidak diantisipasi dengan baik, maka dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti pandemi Covid-19 yang berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mental,” tuturnya.
“Walau berfokus pada penanganan Covid-19, Dinkes Kota Bekasi tetap berupaya menangani penyakit lainnya,” ungkapnya lebih lanjut.
Sejalan dengan Era New Normal atau ATHB, Nia mengingatkan agar masyarakat harus bisa beradaptasi dan membiasakan diri berperilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Oleh karena itu, untuk mengedukasi masyarakat, Dinkes Kota Bekasi menyelenggarakan seminar kesehatan ini,” katanya.
Dinkes pun juga sampaikan terima kasih ke semua pihak yang telah bekerjasama serta bahu membahu dalam penanganan Covid-19 di Kota Bekasi.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan Covid di Kota Bekasi. Pertahankan kondisi baik seperti sekarang ini dan tetap selalu waspada dan taat protokol kesehatan,” katanya.
Dody Iskandar, S.Si, M.Kes, dari Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Bandung, memaparkan, masyarakat dapat meningkatkan imunitas dengan olahraga.
“Olahraga yang dimaksud adalah olahraga yang sesuai porsi, tidak hanya untuk sehat tetapi juga meningkatkan kebugaran,” katanya.
Sambung Dody, dimasa pandemi seperti sekarang, dirinya merekomendasikan olahraga dengan intensitas sedang (70 persen), karena olahraga yang intensitasnya berat berpotensi menurunkan imunitas.
“Untuk sehat dan bugar, yang perlu dilakukan adalah tetap aktif, menjaga makan, beraktivitas fisik, mengelola stres dan melakukan proteksi diri,” imbaunya.
Sementara itu, dr. R. Yuliana Kusaeri, M.Gizi, Sp.GK menyampaikan, kekebalan tubuh dapat ditingkatkan dengan konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan aman. Penting untuk mencoba berbagai masakan dan makanan saat di rumah untuk memastikan keluarga tidak bosan.
“Tidak ada buah atau sayuran yang nutrisinya lebih baik dari yang lainnya, semua saling melengkapi. Kita perlukan memperhatikan isi piring kita. Disarankan karbohidrat hanya sepertiga dari porsi makan, lainnya diisi oleh sayur dan buah-buahan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Yuliana mengajak masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air putih, menghindari makan berlebih, bijak membaca label makanan dan membatasi konsumsi makanan kemasan.
Psikolog Mira D. Amir, S.Psi, menuturkan strategi pengelolaan stres agar tetap bahagia di masa pandemi, yaitu pertama, Problem Focused Coping, yaitu sesuatu yang dapat dilakukan ketika situasi masih dapat diatasi sehingga dapat fokus pada penyelesaian masalah. Kedua, Emotion Focused Coping, yaitu ketika sumber masalah tidak dapat diubah, maka yang perlu dilakukan adalah mencari hikmah, bersyukur, mengalihkan perhatian, mencari dukungan sosial, dan mindfulness (Teknik meditasi untuk fokus pada emosi dan perasaan yang dirasakan).
“Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengelola permasalahan yang ada agar bisa mengindari stres dimasa pandemi ini,” ujarnya. (apl)






