JAKARTA, Mediakarya – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengapresiasi program Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto yang menegaskan bahwa institusinya akan mengedepankan integritas.
Apresiasi tersebut disampaikan Habib Syakur menyusul pidato perdana Kapolri Suyudi yang menekankan Polri berdiri bersama rakyat dan membangun kepolisian yang bersih dari pungutan dan kepentingan pribadi.
“Kami dari Gerakan Nurani Kebangsaan mengapresiasi program Kapolri Suyudi Ario Seto yang menegaskan bahwa institusinya mengedepankan integritas,” ujar Habib Syakur dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Namun demikian, GNK memberikan catatan kritis agar Kapolri baru tidak dimanfaatkan oleh kelompok atau oknum tertentu.
Habib Syakur berharap Kapolri tidak dimanfaatkan oleh kelompok atau oknum yang menitip jabatan di institusi kepolisian namun dengan modus menjual isu anak yatim dan fakir miskin, padahal di balik itu ada praktik uang setoran.
“GNK juga berharap Kapolri tidak dimanfaatkan oleh kelompok atau oknum yang menitip jabatan di institusi kepolisian yang menjual anak yatim dan fakir miskin namun di balik itu ada uang setoran ke pribadi oknum tersebut,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya GNK mendengar adanya oknum yang menjual nama Kapolri dengan embel-embel jubah agama.
“Sebab sebelumnya kami mendengar ada oknum yang menjual nama Kapolri dengan embel-embel jubah agama. Padahal, di balik itu hanya mencari keuntungan pribadi,” kata Syakur.
Menurut Habib Syakur, praktik jual-beli jabatan dengan memanfaatkan simbol agama sangat berbahaya dan merusak marwah Polri yang ingin dibangun bersih oleh Kapolri baru.
Ia meminta Kapolri Suyudi Ario Seto untuk selektif dan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba mendekat hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
GNK, kata Habib Syakur, akan terus mengawal komitmen integritas yang telah dicanangkan Kapolri Suyudi Ario Seto agar Polri benar-benar menjadi institusi yang melindungi, mengayomi, dan melayani rakyat tanpa pandang bulu. (Mam)









