Hubungan PDIP Jateng dengan Ganjar Pranowo Kian Tak Harmonis

- Editor

Minggu, 15 Mei 2022 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo (Foto; net)

Ganjar Pranowo (Foto; net)

SOLO, Mediakarya–  Sinyalemen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tidak akan mengusung ganjar pranowo pada Pilpres 2024 mendatang kian kuat. Hal itu menyusul dengan tidak diundangnya orang nomor satu di Pemprov Jateng itu pada  halal bihalal digelar DPD PDI-P Jawa Tengah (Jateng) di Panti Marhaen, Kota Semarang, pada Sabtu (7/5/2022) kemarin.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa tidak hadirnya Gubernur Jateng yang merupakan kader PDI-P, Ganjar Pranowo, dalam acara halalbihalal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) karena tidak diundang.

“Menurut informasi kan tidak diundang, kan sudah jelas kok bunyinya (dalam undangan),  halal bihalal, Ketua Sekretaris DPC, Ketua DPRD dan Bupati Wali Kota, Wakil Bupati Wakil Wali Kota, Kota Kabupaten. Ya sudah memang tidak diundang,” kata Rudy, seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (15/5/2022).

Rudy menyebut, tidak menjadi masalah Ganjar tidak diundang dalam halalbihalal tersebut. Sementara, Rudy juga tak bisa hadir karena berbarengan dengan acara di Kota Solo, Jawa Tengah. 

Baca Juga:  Puan Maharani Kalah Populer dengan Susi Pudjiastuti

“Tetapi sebetulnya, tidak menjadi personal bagi saya atau siapapun. Dan saya pun juga tidak bisa hadir karena saya juga pas waktu itu, saya juga silaturahmi dengan teman-teman pengurus anak ranting yang ada di Kecamatan mau ke rumah saya. Sehingga, saya mohon izin bukan karena Pak Ganjar tidak hadir, namun karena memang izin tidak hadir,” ujar Rudy. 

Sedangkan dalam acara yang berbeda DPD, soal pembekalan strategi kemenangan partai, dirinya juga tak hadir karena tidak diikutsertakan.

 “Dua acara yang berbeda, tidak ada kaitannya. Tempatnya beda soal konsolidasi kemenangan di Jawa Tengah. Kalau di Solo dan Boyolali tidak diikutsertakan itu sudah punya konsep sendiri menurut Mas Pacul (Bambang Wuryanto). Tapi, tetap saya akan berjuang semaksimal mungkin minimal mempertahankan 30 kursi dan target harus ada kenaikan kursi,” ujar dia.***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026
IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?
Komjen Pol (Purn) Oegroseno Telah Beri Teladan: Datang, Jelaskan Fakta, dan Percaya pada Kebenaran
Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove
TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia
Pelaksanaan Munas III KBI Ricuh, Panitia Penyelenggara Terancam Dipolisikan
Miliki Basis Massa Akar Rumput, Partai Gerakan Rakyat Kini tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:34 WIB

IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:05 WIB

Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:22 WIB

TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pelaksanaan Munas III KBI Ricuh, Panitia Penyelenggara Terancam Dipolisikan

Berita Terbaru

Kantor Kejaksaan Agung (Ist)

Opini

Di Balik Jatuhnya Sang Jaksa dan Berkas yang Membeku

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:43 WIB

Ratusan massa saat membakar sebuah gedung saat aksi kerusuhan di Agustus 2025 (Foto: Ist)

Headline

Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:12 WIB