JAKARTA, Mediakarya – Media sosial kini bukan sekadar wadah untuk bersosialisasi dan mengekspresikan diri. Namun, juga pundi-pundi uang bagi para kreator atau pencipta, yang menggunakan platform digital untuk berbagai tujuan spesifik.
“Nilai pasar industri konten kreator di Indinesia bisa mencapai Rp 4-7 triliun. Nilai ini akan terus meningkat dan mampu mencapai lima kali lipat pada tahun 2027,” kata Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid di Jakarta, Selasa (9/8).
Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Konten Kreator dan Industri Kreatif Indonesia.
Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dan konten kreator & crative director, Sasha Pangerang sebagai narasumber.
Menurut Meutya Hafid, profesi konten kreator di Indonesia saat ini sangat masif, apalagi Indonesia merupakan negara dengan salah satu pengguna internet terbesar di dunia.
“Konten kreator seperti selebgram, youtuber, beauty vlogger di Indonesia saat ini sangat masif, para pembuat konten ini bisa memberikan hasil pemikirannya yang kreatif dan inovatif untuk mengeksplorasi berbagai produk dan jasa yang beragam,” ujarnya.
Di tempat yang sama, konten kreator & crative director, Sasha Pangerang memberikan tips untuk menjadi seorang konten kreator. Menurut dia, yang pertama dilakukan adalah membuat konten sesuai passion. Lalu kemudian memilih platform sosial media seperti youtube, instagram atau tiktok.
“Yang terakhir adalah menentukan target audience,” ujarnya.
Di samping itu, Sasha mengungkapkan beberapa yang harus dilakukan konten kreator, diantaranya adalah pelajari SWOT dan keunikan yang bisa dijual sebagai seorang konten kreator. “Selain itu dibutuhkan juga konsistensi dan update. Di samping mau beradaptasi juga,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan pesatnya peran teknologi semakin terpacu dengan adanya pandemi Covid-19 mendorong semua pihak untuk berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas di ruang digital.
“Kondisi ini menunjukkan kita berada di era percepatan transformasi digital,” kata Semuel.
Ia menilai pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas di berbagai lini kehidupan. Hal inilah yang mempertegas bahwa sedang terjadi era disrupsi teknologi. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyiapkan SDM Indonesia dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini.
“Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik, kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat Indonesia. Bersama kita bisa melalui pandemi, tetap semangat dan salam literasi digital,” ujarnya. (Re)






