Jampidsus Periksa 3 Saksi Dugaan Korupsi LPEI

- Editor

Kamis, 2 September 2021 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAkARTA, Mediakarya – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memeriksa tiga nama dalam lanjutan penyidikan dugaan korupsi di Lembaga Pembiyaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum di Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejakgung) Leonard Ebenezer Simanjuntak mengatakan, tiga yang diperiksa tersebut, yakni DS, AT, dan SK.

“DS, AT, dan SK diperiksa sebagai saksi untuk memberikan keterangan, guna kepentingan penyidikan tentang tindak pidana korupsi, yang terjadi dalam penyelenggaraan pembiyaan ekspor nasional, oleh Lembaga Pembiyaan Ekspor Indonesia,” kata Ebenezer dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (2/9).

Mengacu daftar nama terperiksa di gedung Pidana Khusus (Pidsus) Kejakgung, tak ada disebutkan inisial DS sebagai terperiksa. Namun, Ebenezer dalam rilisnya menerangkan, DS diperiksa selaku relationship manager (RM) Unit Bisnis pada LPEI Kantor Wilayah Surakarta, Jawa Tengah (Jateng) 2016-2020.

Ebenezer menerangkan, DS, diperiksa terkait dengan pemberian fasilitas kredit kepada empat perusahaan swasta. Keempat perusahaan itu adalah PT Summit Paper Indonesia 2016, CV Inti Makmur 2016, CV Multi Mandala 2016, dan PT Kemilau Harapan Prima 2016.

Adapun AT, mengacu daftar terperiksa di gedung Pidsus, adalah Anthony Tampulon. Ia diperiksa selaku kepala departemen divisi analisa dan binis unit review LPEI. “AT, diperiksa terkait melakukan anisisi risiko terhadap debitur LPEI,” kata Ebenezer.

Baca Juga:  Parah, Kampanye Paslon Tri-Harris Libatkan Anak di Bawah Umur

Sedangkan SK adalah Sekti Kristiawan. Ia diperiksa selaku kepala departemen divisi pembiyaan I unit bisnis LPEI.

Penyidikan di Jampidsus memeriksanya terkait pemberian fasilitas pembiyaan LPEI, kepada delapan perusahaan. Yakni kepada PT Bara Jaya Utama 2013, PT Putra Tanjung Pura 2012, PT Mega Alam Sejahtera 2015, PT Arkha Fogging Indonesia 2013, PT Arkha Jayanti Persada 2013, PT Delta Merline Dunia Textile 2011, PT Delta Textile 2013, PT Delta Duni Sandang Textile 2014, Delta Merline Sandang Textile 2012.

Direktur Penyidikan di Jampidsus, Supardi mengatakan, pengungkapan dugaan korupsi di LPEI masih belum terang untuk dilanjutkan ke gelar perkara penetapan tersangka. Kata dia, proses pemeriksaan saksi-saksi masih menjadi prioritas utama penyidikan sementara ini.

“Untuk gelar perkara penetapan tersangka, masih panjang. Ini masih pemeriksaan-pemeriksaan pihak-pihak korporasi dan LPEI. Masih banyak waktu untuk (menetapkan) tersangka,” ujar Supardi, dilansir dari republika.

Penyidikan Jampidsus terkait dugaan korupsi di LPEI, dimulai sejak Juni lalu. Kasus tersebut, dikatakan terkait dengan kerugian negara yang besarnya mencapai Rp 4,7 triliun. Kerugian tersebut, terkait dengan adanya dugaan penyimpangan dalam pemberian dan pengembalian fasilitas kredit oleh LPEI ke pihak-pihak perusahaan swasta. Namun diduga, uang tersebut mengalir ke pihak-pihak petinggi di LPEI sendiri.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP
Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN
BPKN RI Siap Dampingi Konsumen Terdampak Karhutla, Termasuk Penumpang Penerbangan yang Dirugikan 

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:08 WIB

IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (kiri) bersama dengan Direktur OT Group, Dr. Yosua Jap, (kanan)

Ekonomi & Bisnis

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:05 WIB

Prof. Dr. Yudhie Haryono

Headline

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Selasa, 25 Agu 2026 - 08:28 WIB