KOTA BEKASI, Mediakarya – Menjelang kontestasi pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi, dinamika politik internal partai berlambang pohon beringin itu mulai menghangat.
Persaingan menuju kursi Ketua DPD II Golkar Kota Bekasi kini menjadi pembicaraan hangat yang dinantikan oleh seluruh kader dan simpatisan.
Saat ini, kepemimpinan DPD Golkar Kota Bekasi masih digawangi Ade Puspitasari. Namun, menjelang agenda Musda sejumlah nama potensial mulai bermunculan dan mengerucut sebagai calon kuat penerus estafet kepemimpinan.
Berdasarkan hasil wawancara sejumlah kader di 12 Kecamatan, mayoritas kader Golkar masih menginginkan agar figur Ketua DPD Golkar kedepan merupakan orang Bekasi.
Sejumlah nama yang tengah santer di antaranya, Ade Puspitasari (Ketua DPD sekarang), M. Ikhsan Nurjamil (Sekjen DPP AMPG) dan Ranny Fahd Rafiq (anggota DPR RI).
Sosok Ade Puspitasari menjadi salah kandidat yang elektabilitasnya terus menguat dalam bursa calon Ketua DPD II Golkar Kota Bekasi. Kemudian disusul Ikhsan Nur Jamil dan Ranny Fahd Rafiq.
Menanggapi dinamika yang politik di internal Golkar Kota Bekasi, kader senior Golkar Kota Bekasi Adi Yunsyah menegaskan bahwa secara prinsip, setiap kader memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengabdi dan memimpin.
“Secara demokrasi internal, semua kader tentu memiliki hak yang sama untuk maju sebagai calon Ketua DPD II Golkar Kota Bekasi. Namun secara pribadi dan organisatoris, saya berpandangan bahwa sebaiknya kita menunggu dan mengikuti arahan serta petunjuk yang diberikan oleh DPD I maupun DPP,” ujar pria yang kerap disapa Monel ini.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kedisiplinan dan ketaatan terhadap aturan organisasi adalah ciri khas Partai Golkar sebagai partai besar yang berpengalaman.
“Golkar adalah partai besar yang selalu menjunjung tinggi disiplin, taat, dan tunduk pada perintah pimpinan secara berjenjang. Intinya satu, kita harus sama-sama memiliki semangat untuk membesarkan partai dan berkontribusi untuk rakyat melalui kerja-kerja nyata yang kerakyatan,” tegas Monel. (Adit)











