Kasus Penipuan Penerimaan Bintara Polri di Polda Sumut Libatkan Mantan Anggota Polisi

- Editor

Jumat, 13 Juni 2025 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Polri (Ist)

Logo Polri (Ist)

MEDAN, Mediakarya – Kasus penipuan penerimaan siswa Bintara Polri 2024 yang menyeret mantan anggota Polri kembali terjadi. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menetapkan tiga orang tersangka, termasuk mantan anggota Polri dan istrinya. Kerugian sementara mencapai Rp 1,43 miliar.

Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumut, Komisaris Besar Nanang Masbudi, mengatakan praktik percaloan dilakukan berkedok bimbingan belajar (bimbel). Para korban dijanjikan bisa lolos seleksi Bintara melalui jalur khusus.

Para tersangka adalah Parlautan Banjarnahor, 52 tahun; istrinya, Rita Nurhaida Butar-Butar, 33 tahun; dan karyawannya, Susilawati Siregar. Parlautan merupakan mantan anggota Polri yang diberhentikan dengan tidak hormat pada 1 Mei 2023.

“PBN adalah mantan anggota Polri yang mendirikan bimbel “Maju Bersama” sejak 2014. Dia mematok biaya hingga Rp400 juta per peserta dengan iming-iming kelulusan.” kata Nanang, seperti dikutip dari laman tempo, Jumat (13/6/2025)

Polisi, ujar Nanang, membongkar kasus ini setelah unggahan seseorang viral di media sosial yang mengungkap adanya dugaan percaloan dalam proses rekrutmen Bintara Polri.

Baca Juga:  Kakorlantas Polri Tinjau Kesiapan Operasi Lilin 2022

Lebih lanjut, ketiga tersangka, ditangkap secara terpisah pada 5 Juni 2025 dan dijerat Pasal 378 dan/atau 372 KUHP. Barang bukti berupa kwitansi pembayaran dan buku tabungan korban turut diamankan.

Nanang melanjutkan, korban yang telah melapor ke polisi berjumlah lima orang dengan total kerugian Rp1,43 Miliar. Namun dari pendalaman penyidik, sambung Nanang, jumlah peserta Bimbel “Maju Bersama” mencapai 54 orang. ” Kemungkinan korban lebih dari lima,” ujar Nanang.

Nanang mengungkapkan, proses seleksi anggota Polri di Polda Sumut menjunjung prinsip BETAH akronim Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Polda Sumut, Nanang mengatakan, akan menindak segala bentuk praktik percaloan dan penipuan terhadap para casis yang dijanjikan kelulusan melalui jalur tidak resmi.

Polda Sumut, kata Nanang mengakhiri, membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dalam praktik bimbel. (Mm)Penerimaan Bintara polri, kasus penipuan Bintara polri, kasus penipuan

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tri Nusa Bekasi Raya Laporkan Kasus Tunggakan PBJT ke Kejagung
Kejagung Periksa 2 Mantan Pejabat ESDM Terkait Dugaan Korupsi KSO Migas Bekasi, Kerugian NegaraDitaksir Rp 2 Triliun
Oknum Penyidik Polres Jakpus Diduga Kriminalisasi BP, Terungkap di Persidangan
Sidang Gugatan Ahmad Suyudina, Lima Saksi Tak Mengetahui Alasan Pengunduran Diri dari SN Kota Bekasi
Kapolri Suyudi Gas Pol Perang Lawan Narkoba, Ketua Komisi III: Negara Tidak Boleh Kalah dari Sindikat
Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
NCW: Kasus Migas Bekasi Bukan Sekadar JOA, Tapi Ujian Keberanian Jampidsus Bongkar Aktor Utama
Ketua IPW Dukung Penuh Komitmen Kapolri, Desak Presiden Terbitkan Inpres Larangan Vape

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Tri Nusa Bekasi Raya Laporkan Kasus Tunggakan PBJT ke Kejagung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Kejagung Periksa 2 Mantan Pejabat ESDM Terkait Dugaan Korupsi KSO Migas Bekasi, Kerugian NegaraDitaksir Rp 2 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Oknum Penyidik Polres Jakpus Diduga Kriminalisasi BP, Terungkap di Persidangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Sidang Gugatan Ahmad Suyudina, Lima Saksi Tak Mengetahui Alasan Pengunduran Diri dari SN Kota Bekasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Kapolri Suyudi Gas Pol Perang Lawan Narkoba, Ketua Komisi III: Negara Tidak Boleh Kalah dari Sindikat

Berita Terbaru