Ketua KNPI Andreas Minta Masyarakat Bijak Sikapi Soal Dugaan Bisnis PCR Dua Menteri

- Editor

Selasa, 9 November 2021 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terpilih, Raden Andreas Nandi Wardhana

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terpilih, Raden Andreas Nandi Wardhana

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Raden Andreas Nandiwardhana ikut mengomentari keterlibatan dua menteri Kabinet Joko Widodo (Jokowi) atas dugaan bisnis tes pendeteksi Covid-19 atau PCR.

Andre mengaku tidak masuk kepada persoalan opini yang telah terbangun di ruang publik. Sebagai pejabat negara dirinya yakin dua nama yang kerap disebut yaitu Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir sudah menjelaskan melalui jubir masing-masing terkait bisnis PCR.

“Kita tentu harus hargai argumen yang disampaikan oleh dua jubir tersebut,” kata Andreas dalam keterangannya, Selasa (9/11/2021).

Namun demikian, terkait dengan adanya dugaan korupsi atau penyimpangan dalam bisnis tersebut, kata Andre, kasus ini pun telah dilaporkan kepada lembaga penegak hukum.

Oleh karenanya, Andre berharap agar masyarakat menghormati upaya penegak hukum dalam menangani kasus tersebut.

“Jangan terus beropini terkait dengan bisnis PCR, terlebih lagi menuding sesuatu hal yang belum jelas duduk permasalahannya. Karena kasus ini sudah seperti bola liar sehingga menjadi gaduh. Biar kita serahkan kepada penegak hukum terkait kasus ini,” ujar Andreas.

Baca Juga:  PMPRI Desak KPK Periksa Unsur Pimpinan DPRD Kota Bekasi

Andreas juga menyayangkan sejumlah elemen masyarakat yang menghakimi dua menteri tersebut. Padahal, kata dia, di negara hukum ini seyogyanya harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Saya sih berharap agar Pak Luhut dan Pak Erick dapat menjelaskan secara pribadi dengan gamblang. Sehingga opini yang berkembang tidak terus liar,” katanya.

Sebab kata Andreas, kedua menteri ini tengah dihadapkan dengan persoalan besar. Seperti tugas LBP dalam penanggulangan Covid. Kemudian Erick Thohir tengah berupaya menyelamatkan BUMN garuda yang tengah dirundung masalah hutang.

“Coba lah kita jadi masyarakat yang bijak. Berusaha kita menghargai proses hukum,” pungkasnya. (Chan)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kolaborasi PAM JAYA dan Pemkot JakTim, Prasarana Olahraga Tinju di Kampung Melayu Diresmikan Gubernur Pramono
Adi Suparto Bedah Prahara Sadap 2026: Jangan Hanya Lihat Kriminalnya, Ini Ujian Konstitusi!
Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden
Puji Listyo Kapolri Terbaik, Deklarator Relawan “Poros Prabowo Subianto Presiden” Desak Gerindra Copot Habiburokhman dari Ketua Komisi III
IPPS Sebut Prabowo-Jokowi Sama-Sama Toksik, Rakyat Hanya Jadi Korban Dua Gajah Bertarung
Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan
Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik
Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:40 WIB

Kolaborasi PAM JAYA dan Pemkot JakTim, Prasarana Olahraga Tinju di Kampung Melayu Diresmikan Gubernur Pramono

Minggu, 8 November 2026 - 07:05 WIB

Adi Suparto Bedah Prahara Sadap 2026: Jangan Hanya Lihat Kriminalnya, Ini Ujian Konstitusi!

Sabtu, 7 November 2026 - 19:18 WIB

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Sabtu, 7 November 2026 - 15:18 WIB

IPPS Sebut Prabowo-Jokowi Sama-Sama Toksik, Rakyat Hanya Jadi Korban Dua Gajah Bertarung

Sabtu, 7 November 2026 - 12:28 WIB

Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan

Berita Terbaru

Ilustrasi  (Foto: Ist)

Opini

Polri Milik Negara Bukan Milik Kekuasaan

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:37 WIB

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman (Foto: dok. Fraksi Gerindra)

Headline

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:18 WIB