Ketua KNPI Ilyas Indra: Pemuda Harus Menjadi Agen Perubahan

- Editor

Jumat, 30 September 2022 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP KNPI Dr Ilyas Indra (Foto; dok. Mediakarya)

Ketua Umum DPP KNPI Dr Ilyas Indra (Foto; dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dr Ilyas Indra meminta para pemuda agar dapat mengambil peran sesuai jargon organisasinya bahwa pemuda pemilik perubahan.

Oleh karena itu, Ilyas mengimbau para pemuda yang ada di KNPI, baik itu yang ada di DPP maupun pengurus DPD KNPI yang tersebar di seluruh Indonesia agar ikut mengambil peran politik pada tahun 2024 mendatang.

Menurut dia, peran politik ini sebagai pemilik perubahan tidak hanya pada politisi. Akan tetapi dapat mengambil peran dalam penyelenggaraan politik.

Untuk itu, pihaknya berharap agar anggota KNPI seluruh Indonesia ikut berperan serta dalam pencalegan maupun ikut serta sebagai penyelenggara Pemilu, baik itu KPU maupun Bawaslu hingga tingkat kecamatan.

“Saya kira pemuda harus turun bangkit dan masuk di dalam pemilik perubahan untuk Indonesia bukan hanya sebagai volunteer,” ujar Ilyas kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Lebih lanjut, Ilyas mengatakan organisasi KNPI harus berperan aktif dalam perpolitikan Indonesia. Menurut dia, generasi muda harus mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin menuju Indonesia emas di tahun 2045.

“Indonesia saat ini membutuhkan anak-anak muda, karena sebagai bonus demografi saat ini yang rata-rata generasi Z dan generasi milenial itu di atas seratus lima puluh juta orang. Maka peran politik yang dibangun harus bersinergi dengan bangsa ini,” ungkap Ilyas.

Pihaknya juga mempersilakan anggota KNPI untuk bergabung di berbagai partai politik yang dinyatakan telah lolos di KPU.  Agar terlibat langsung dalam perbaikan bangsa.

“Jangan semua menjadi pengamat. Saya kira jika ingin merubah bangsa ini maka harus masuk dalam sistem negara. Sementara untuk masuk dalam sistem itu harus masuk dalam politik yang ada di Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Lampu Terang: Mengenang Faisal Basri

Ilyas berpandangan, perkembangan politik di Indonesia saat ini menuju demokrasi yang ideal. Ilyas juga menampik jika sebagian kalangan beranggapan bahwa demokrasi yang berkembang di Indonesia saat ini menuju ke arah liberal.

“Karena demokrasi kita sedang mengalami pembelajaran pasca reformasi. Demokrasi hari ini saya melihat pilihannya adalah bagaimana kita jaga. Kemudian bagaimana cost politik demokrasi itu terlalu tinggi dapat kita tekan. Dan ini tentu harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Ilyas mengatakan, kelebihan demokrasi yang berkembang di Indonesia saat ini adalah semua orang bisa mencalonkan diri yang terlibat dalam politik. Baik itu di eksekutif maupun legislatif.

“Sehingga dengan pemilihan terbuka ini, siapa pun dia ataupun latar belakang dirinya dari mana, tapi bisa masuk dalam perpolitikan. Dan ini sangat memberi ruang untuk anak muda,” tutur dia.

Namun, kata Ilyas, bagaimana ruang demokrasi itu dapat menyadarkan masyarakat untuk memilih calon legislatif bukan hanya berdasarkan money politik. Untuk itu diperlukan adanya pendidikan politik untuk masyarakat.

“Jika kita lihat, sistem demokrasi saat ini sudah bagus. Hanya saja kita perlu membuat pendidikan politik kepada masyarakat yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu agar tidak ada lagi yang namanya money politik. Sehingga keterpilihan wakil rakyat itu berdasarkan kualitas yang dimilikinya bukan karena besaran anggaran yang dikeluarkan untuk menyuap masyarakat,” tandasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”
Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar
TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
Pembangunan TOD, AHY; Saya Titip Kepada Pemkot Bekasi Agar Sesuai Peruntukannya
Di Balik Laba Rp45 Triliun Pertamina Hulu Energi, BPK Ungkap Pinjaman untuk Dividen dan Tantiem yang Berbuah Beban Bunga Rp1,56 Triliun
Naniek Sudaryati Deyang Mudur dari Kepala BGN

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:58 WIB

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:41 WIB

Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:22 WIB

Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:19 WIB

TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:17 WIB

Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global

Berita Terbaru