KNPI Kabupaten Sukabumi Desak DLH Sidak SPPG, Soroti Dugaan Tak Miliki IPAL dan Ancaman Lingkungan

- Editor

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya – KNPI Kabupaten Sukabumi mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi dan Satuan Tugas MBG untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Desakan ini muncul menyusul dugaan adanya sejumlah SPPG yang beroperasi tanpa memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai, bahkan diduga tidak memiliki IPAL sama sekali. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi, Gilang Gusmana, menegaskan bahwa keberadaan IPAL merupakan kewajiban mutlak, khususnya bagi fasilitas yang bergerak di bidang pengolahan dan penyediaan pangan.

“Persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Jika benar ada SPPG yang tidak memiliki IPAL, maka ini merupakan pelanggaran serius terhadap aturan lingkungan hidup,” tegasnya, Jumat (27/3/2026).

KNPI menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim ke lapangan guna memastikan kondisi riil di setiap SPPG. Selain itu, pengawasan dinilai penting untuk mencegah dampak pencemaran lingkungan yang lebih luas.

Baca Juga:  Anggota DPR Minta Pencegahan Diutamakan Dalam Penanganan Narkoba

Gilang juga menyatakan kesiapan KNPI untuk terlibat langsung dalam proses pengawasan bersama DLH dan Satgas MBG sebagai bentuk partisipasi aktif pemuda dalam menjaga lingkungan.

“Kami siap turun bersama dalam melakukan pengawasan. Ini adalah tanggung jawab bersama demi menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Selain mendesak sidak, KNPI juga meminta agar hasil inspeksi disampaikan secara transparan kepada publik. Mereka mendorong adanya tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melanggar aturan.

KNPI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas, termasuk mendorong langkah hukum jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau pembiaran dari pihak terkait.

“Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi menyangkut keselamatan lingkungan dan masa depan masyarakat. Kami tidak akan tinggal diam,” pungkas Gilang. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jelang HUT Kota Bandung, Kang Joker Sentil Keras Polemik Pemerintahan
Pilkades Tamansari Berujung Protes, Tim Pemenangan Soroti Kejanggalan DPT
Polres Nisel dan Pemcam Onolalu Gotong Royong Perbaiki Jembatan Sungai Demba
Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan
Bhabinkamtibmas Bukan Cuma Hadir, Tapi Harus Selesaikan Masalah Warga
Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Kapolres Nias Selatan Terima Audensi Dari Perwakilan GMNI
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 07:11 WIB

Jelang HUT Kota Bandung, Kang Joker Sentil Keras Polemik Pemerintahan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:49 WIB

Pilkades Tamansari Berujung Protes, Tim Pemenangan Soroti Kejanggalan DPT

Jumat, 25 September 2026 - 18:10 WIB

Polres Nisel dan Pemcam Onolalu Gotong Royong Perbaiki Jembatan Sungai Demba

Jumat, 25 September 2026 - 10:07 WIB

Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 25 September 2026 - 10:03 WIB

Bhabinkamtibmas Bukan Cuma Hadir, Tapi Harus Selesaikan Masalah Warga

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/9/2026). (Foto/BPMI)

Nasional

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 Sep 2026 - 22:45 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. (Foto/BPMI)

Nasional

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 Sep 2026 - 22:40 WIB