JAKARTA, Mediakarya – Kontraktor pembangunan lintasan Formula E dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, Ari Wibowo mengatakan, upaya besar membangun lintasan Formula E adalah memadatkan tanah berlumpur. Lokasi tersebut kemudian disebut zona 5.
Saat kunjungan media ke lokasi pembangunan lintasan Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, Ari menyampaikan, dalam pembangunan lintasan dibagi menjadi 5 zona. Untuk zona 4, memiliki kondisi hampir sama dengan zona 5, namun dikatakan Ari, tidak seberat kondisi zona 5. Sementara untuk zona 1-3 dinilai tidak membutuhkan waktu ataupun upaya lebih dalam proses pembangunannya.
“Zona 5 ini panjangnya 1,40 kilometer jadi 40 persen dari pekerjaan ini ada di zone 5, itu yang paling sulit,” kata Ari, Rabu (23/2).
Kendati mengakui zona 5, lokasi dengan kontur tanah berlumpur, merupakan pengerjaan paling sulit pihaknya optimis pembangunan akan rampung tepat waktu dan tepat kualitas.
Dia menuturkan, saat ini di zona 5 telah dilakukan pengerasan tanah. Setelahnya baru akan dilapisi material aspal.
Selanjutnya untuk zona 1-3, Ari menjelaskan, bentuk lintasannya yaitu berbelok. Di zona ini, terdapat kemiringan tertentu yang dianggap menjadi tantangan para pebalap saat melintas.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto menyampaikan, pembangunan sirkuit Formula E di hari ke-21 sudah mencapai 25,54 persen. Capaian ini, menurutnya, lebih cepat 8 persen dari target yang telah ditentukan yaitu 17,57 persen.
“Sampai kepada hari ke-21 sudah mencapai 25,54 persen, targetnya adalah 17,57 persen tapi kita sudah a head sekitar 8 persen dari target,” kata Widi.
Perlu diketahui, panjang lintasan Formula E di Kawasan Ancol yaitu 2,4 km.
Dikabarkan dari merdeka, Widi menyebutkan, dari proses pembangunan lintasan ini, tahapan terberat yaitu mengeraskan tanah dengan tekstur kurang padat. Kondisi tersebut ia sadari yang menuai kritik tajam dari berbagai pihak.
Namun, Widi menyampaikan bahwa proses pengerasan tanah tidak menjadi kendala utama dalam percepatan pekerjaan lintasan Fomula E.
“Setelah pengerasan baru kita akan bikin pengaspalan dan lain-lain itu yang terberat setelah itu kita jalan saja,” imbuhnya.
Dia pun optimis bahwa pembangunan lintasan akan rampung pada akhir Maret atau paling lambat awal April. Percepatan pembangunan ditegaskan Widi tidak mengesampingkan kualitas lintasan. Sebab selama proses pengerjaan, Formula E Operation (FEO) memantau 24 jam baik secara online ataupun offline.
“Mereka akan memantau terus dan secara berkala 1 minggu 2-3 kali mereka minta progress dan kita mengadakan meeting terus secara online,” pungkasnya.(qq)






