Kota Bekasi Kembali Berduka, Kepala Daerahnya Berturut-turut Ditangkap KPK

- Editor

Kamis, 6 Januari 2022 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif center for public policy studies (CPPS) Bambang Istianto.

Direktur eksekutif center for public policy studies (CPPS) Bambang Istianto.

JAKARTA, Mediakarya – Kabar adanya kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengejutkan masyarakat di Bumi Patriot.

Pasalnya, pada pagi harinya orang nomor satu di pemerintahan Kota Bekasi itu sebelumnya mengikuti rapat paripurna dengan DPRD.

Dengan ditangkapnya Rahmat Effendi oleh KPK itu, seperti mengulang peristiwa kelam kepemimpinan Kota Bekasi yang sebelumnya.

Di mana saat itu Wali Kota Bekasi Muchtar Mohammad yang merupakan politikus PDIP itu belum juga usai masa jabatannya, akhirnya harus berurusan dengan lembaga anti rasuah karena terseret kasus korupsi.

Direktur eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS) Indonesia, Bambang Istianto mengatakan, peristiwa OTT KPK yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi itu bukan hanya melukai perasaan kader Golkar, akan tetapi juga masyarakat Kota Bekasi secara luas.

Baca Juga:  Negara Hukum dan Penegakan Hukum

Menurutnya, Rahmat yang merupakan kader Golkar itu tidak mengambil pelajaran berharga dari peristiwa kepala daerah yang sebelumnya.

Meski KPK sendiri sampai saat ini belum memberikan rilis resmi terkait tindak pidana apa sehingga orang nomor satu di Kota Bekasi itu ikut terjaring OTT. Tapi dengan peristiwa dugaan tindak pidana korupsi itu sudah barang tentu akan menghambat proses pembangunan di Kota Bekasi.

Oleh karena itu, Bambang berharap agar masyarakat Kota Bekasi ke depan jangan sampai kecewa kembali karena memiliki dua kepala daerah berturut-turut berurusan dengan KPK.

“Dalam beberapa tahun ke depan Kota Bekasi akan menggelar Pilwalkot. Saya berharap agar masyarakat memilih calon pemimpin yang memiliki moral dan takut Tuhan. Sehingga peristiwa OTT KPK tidak terulang kembali,” pungkasnya.**

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Kuasa Hukum BBM Desak Penyidik Segera Tetapkan Tersangka dalam Perkara Berca Schindler Lifts
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin
KPK Ungap Dugaan Aliran Dana ke Menteri ATR/BPN, Posisi Nusron di Ujung Tanduk
IPW Desak Bareskrim Polri Usut Pelaku Pembubaran Jemaat GKPI di Tangerang
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 11:45 WIB

Kuasa Hukum BBM Desak Penyidik Segera Tetapkan Tersangka dalam Perkara Berca Schindler Lifts

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin

Rabu, 23 September 2026 - 09:17 WIB

KPK Ungap Dugaan Aliran Dana ke Menteri ATR/BPN, Posisi Nusron di Ujung Tanduk

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB