KPBS Inisiasi Pelatihan Servis Elektronik untuk Pemulung Bantargebang

- Penulis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPBS yang akrab disapa Apong, menginisiasi program pelatihan servis barang elektronik, mencakup berbagai peralatan rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, dan perangkat lainnya.

Ketua KPBS yang akrab disapa Apong, menginisiasi program pelatihan servis barang elektronik, mencakup berbagai peralatan rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, dan perangkat lainnya.

KOTA BEKASI, Mediakarya – Komunitas Pemulung Bantargebang Sejahtera (KPBS) mengambil langkah progresif dalam upaya meningkatkan keterampilan dan prospek ekonomi anggotanya. Narpan, Ketua KPBS yang akrab disapa Apong, menginisiasi program pelatihan servis barang elektronik, mencakup berbagai peralatan rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, dan perangkat lainnya.

Apong, yang telah menekuni profesi sebagai tukang servis barang elektronik sejak tahun 2018, membagikan keahliannya secara cuma-cuma kepada para pemulung yang berminat. “Yang penting ada kemauan,” ujarnya saat ditemui di lokasi pelatihan, Kampung Ciketing Sumurbatu, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jum’at (11/10/2024).

Sebelum beralih profesi, Apong sendiri telah berkecimpung dalam dunia pemulung sejak tahun 2000, menghabiskan hampir dua dekade memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Pengalaman panjangnya di dunia persampahan memberinya pemahaman mendalam tentang tantangan yang dihadapi komunitas pemulung.

Komunitas Pemulung Bantargebang Sejahtera (KPBS)

Di deretan gubuk-gubuk pemulung, Apong mendirikan bengkel sederhana yang juga berfungsi sebagai tempat jual-beli elektronik bekas. Dia memperoleh limbah elektronik untuk diperbaiki kembali dari truk-truk sampah yang berasal dari Kota Bekasi.

“Saya membeli rongsokan elektronik seperti kipas angin, mesin cuci, dan lemari es rusak dengan harga sekitar 50 ribu hingga 100 ribu rupiah,” jelasnya. Apong menambahkan, “Setelah diperbaiki, harganya bisa meningkat tiga hingga empat kali lipat dari harga beli rongsokannya.”

Baca Juga:  Reformasi Polri Disusul Kejaksaan dan Pengadilan Jadi Langkah Nyata Akhiri Ketimpangan Hukum

Selain menjadi penopang kehidupan sehari-hari, kegiatan perbaikan elektronik yang digeluti Apong telah membantu pengurangan limbah sampah elektronik (E-Waste), yang merupakan salah satu jenis limbah berbahaya dan beracun (B3) rumah tangga. “Kegiatan perbaikan elektronik ini dapat mengurangi masalah lingkungan yang kini masih menjadi beban di Tempat Pembuangan Akhir,” ujar Apong.

Apong menyatakan harapannya bahwa pelatihan ini dapat menjadi jalan bagi rekan-rekan pemulung untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dia menambahkan bahwa dengan keterampilan baru yang diperoleh, diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi para pemulung.

Lebih lanjut, Apong menyampaikan harapannya kepada pemerintah untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di kawasan Bantargebang. “Kehadiran BLK akan sangat membantu upaya peningkatan keterampilan warga kami secara lebih terstruktur dan berkelanjutan,” jelasnya.

Inisiatif KPBS mendapat sambutan positif dari anggota komunitasnya. Salah seorang peserta pelatihan, Jangkung, mengungkapkan antusiasmenya. “Ini kesempatan yang sangat berharga bagi kami. Semoga dengan keterampilan baru ini, kami bisa punya penghasilan tambahan,” ujarnya penuh harap.

Program pelatihan yang diinisiasi KPBS ini menjadi contoh nyata bagaimana upaya swadaya masyarakat dapat membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan. Ke depannya, diharapkan lebih banyak program serupa yang dapat menjangkau lebih banyak anggota komunitas pemulung di Bantargebang. (Rido)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga
Truk Besar Parkir Sembarangan Di Kolong Fly Over Cipendawa, Pemerintah Tutup Mata
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
Pengelolaan Superblock Betos Habis, Pemkot Bekasi Diminta Ambil Alih
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:01 WIB

Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:18 WIB

Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:38 WIB

Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional

Berita Terbaru

Para pemain seperti Gema Vyandra, Yoona Gimenez, dan Ciara Brosnan berharap sinetron Asmara Gen Z terus berlanjut dan menghibur penonton Indonesia.

Entertainment

Sinetron Asmara Gen Z Capai 500 Episode, Ini Harapan Para Pemain

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:19 WIB