JAKARTA, Mediakarya – Di era saat ini, perkembangan literasi semakin lengkap dan sempurna, hal tersebut turut serta didukung oleh adanya upaya membangun budaya literasi sebagai bentuk kemajuan di negeri ini.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu saat menghadiri final lomba baca kitab kuning (LBKK) tingkat nasional. Acara tahunan ini dihelat oleh Fraksi PKS DPR RI.
“Saya memberikan apresiasi khusus atas berlangsungnya kegiatan ini. Karena menjadi sarana untuk terus menghidupkan tradisi literasi generasi gemilang,” ungkap Syaikhu, Rabu (15/12/2021).
Dijelaskannya, lomba baca kitab kuning sebagai wadah untuk memberikan motivasi kepada generasi muda guna menghidupkan tradisi literasi.
Untuk menyongsong Indonesia yang lebih baik, maka perlu adanya gebrakan yang tidak hanya mendorong rasa cinta tanah air, tetapi juga mempelajari Islam dengan baik dan mendalam.
“Lomba baca kitab kuning hadir sebagai bentuk upaya untuk mencetak ulama dan santri yang berwawasan luas,” tegas Syaikhu.
Menurut dia, Ini juga perwujudan dari peran santri yang akan mewarnai negeri melalui nilai keislaman yang sifatnya Rahmatan Lil Alamin dimana di negeri ini kita membutuhkan ulama yang memiliki sifat negarawan, dan juga membutuhkan negarawan yang memiliki sifat keulamaan.
Tidak hanya itu, melalui LBKK masyarakat akan memahami bahwa banyak manfaat didapat mengingat terdapat kesulitan dalam membaca dan memahami kitab fiqih klasik tersebut.
“Totalitas yang diberikan dalam lomba baca kitab kuning merupakan bentuk perjuangan kita berjuang di jalan Allah SWT, sebab kita harus belajar Islam dengan baik dan mendalam,” tutup Syaikhu. (apl)






