Lewat Lomba Baca Kitab Kuning, Syaikhu: Hidupkan Literasi Generasi Gemilang

- Penulis

Rabu, 15 Desember 2021 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Di era saat ini, perkembangan literasi semakin lengkap dan sempurna, hal tersebut turut serta didukung oleh adanya upaya membangun budaya literasi sebagai bentuk kemajuan di negeri ini.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu saat menghadiri final lomba baca kitab kuning (LBKK) tingkat nasional. Acara tahunan ini dihelat oleh Fraksi PKS DPR RI.

“Saya memberikan apresiasi khusus atas berlangsungnya kegiatan ini. Karena menjadi sarana untuk terus menghidupkan tradisi literasi generasi gemilang,” ungkap Syaikhu, Rabu (15/12/2021).

Dijelaskannya, lomba baca kitab kuning sebagai wadah untuk memberikan motivasi kepada generasi muda guna menghidupkan tradisi literasi.

Untuk menyongsong Indonesia yang lebih baik, maka perlu adanya gebrakan yang tidak hanya mendorong rasa cinta tanah air, tetapi juga mempelajari Islam dengan baik dan mendalam.

Baca Juga:  Derita Pekerja Industri Padat Karya, Sudah Gaji Kecil Namun Dipotong Pula

“Lomba baca kitab kuning hadir sebagai bentuk upaya untuk mencetak ulama dan santri yang berwawasan luas,” tegas Syaikhu.

Menurut dia, Ini juga perwujudan dari peran santri yang akan mewarnai negeri melalui nilai keislaman yang sifatnya Rahmatan Lil Alamin dimana di negeri ini kita membutuhkan ulama yang memiliki sifat negarawan, dan juga membutuhkan negarawan yang memiliki sifat keulamaan.

Tidak hanya itu, melalui LBKK masyarakat akan memahami bahwa banyak manfaat didapat mengingat terdapat kesulitan dalam membaca dan memahami kitab fiqih klasik tersebut.

“Totalitas yang diberikan dalam lomba baca kitab kuning merupakan bentuk perjuangan kita berjuang di jalan Allah SWT, sebab kita harus belajar Islam dengan baik dan mendalam,” tutup Syaikhu. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Dipeluk, Bukan Dipukul
Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara
Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dipeluk, Bukan Dipukul

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00 WIB

Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:37 WIB

Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:43 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB