SUKABUMI, Mediakarya – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi, Sirojudin, menyebut secara umum kondisi cabang olahraga (cabor) di wilayahnya berjalan baik. Namun, ia mengakui masih ada beberapa cabor yang bermasalah secara internal dan kurang disiplin dalam menjalankan agenda organisasi.
“Kalau cabor, Alhamdulillah aman-aman saja. Tapi memang ada satu dua yang sedang bermasalah, dan itu urusan internal mereka,” ujar Sirojudin saat ditemui di kantornya, Jumat malam (1/8/2025).
Menurutnya, permasalahan biasanya timbul dari cabor yang tidak aktif dalam kegiatan KONI, seperti absen dalam rapat dan pembinaan, sehingga tidak memahami alur organisasi yang benar.
“Biasanya yang bermasalah itu cabor yang tidak aktif. Rapat tidak datang, pembinaan tidak ikut. Akhirnya mereka tidak tahu proses seperti pemilihan ketua atau musyawarah cabang,” jelasnya.
Sirojudin juga menyoroti adanya musyawarah cabang (muscab) yang dilakukan tanpa rekomendasi dari KONI, yang dinilainya menyalahi aturan.
“Kalau muscab dilakukan tanpa rekomendasi dari KONI, itu cacat administrasi. Tidak sah menurut AD/ART,” tegasnya.
Meski begitu, pihaknya tetap berupaya memberikan pembinaan dan edukasi agar seluruh cabor tertib secara administratif dan menjalankan aturan organisasi dengan baik.
“Laporan terakhir, dari sekitar 50 cabor, hanya satu atau dua yang masih ‘ugal-ugalan’. Tapi kami anggap mereka belum paham, bukan sengaja melanggar,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa KONI hadir sebagai pembina, bukan mencampuri, melainkan memastikan roda organisasi berjalan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
“Legalitas organisasi tetap harus melalui SK KONI kabupaten. Kami hadir untuk membina, agar semuanya tertib dan berjalan sesuai aturan,” pungkasnya. (eka)










