Pasca Banjir Bandang, Warga Aceh Krisis Air Bersih dan Obat-obatan

- Editor

Minggu, 28 Desember 2025 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA, Mediakarya — Korban bencana banjir bandang di Gampong Matang Seuke Pulot, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara mulai mengalami krisis air bersih layak konsumsi. Selain itu, mereka juga sangat membutuhkan obat-obatan secara maksimal.

Tokoh pemuda desa itu sekaligus jurnalis aktif, Jamaluddin Idris melaporkan kondisi terkini bahwa kebutuhan air bersih ditandai dengan banyaknya warga yang mulia kesulitan memperoleh air bersih. Antara lain untuk kebutuhan konsumsi dan mandi cuci kakus (MCK).

“Terutama air minum yang layak. Kedua adalah air bersih untuk kebutuhan MCK, karena sebagian sumur warga tertimbun lumpur saat banjir. Selama ini mereka memakai air dengan kondisi seadanya,” kata Jamaluddin, dalam keterangannya kepada Mediakarya, Sabtu (27/12/2025).

Di sisi lain, ujar Jamaluddin, warga desa itu pasca banjir kerap menghabiskan hari-hari mereka di dalam air dan lumpur, sehingga tidak sedikit pula di antara mereka yang mengalami beragam penyakit. Lebih-lebih konsumsi makanan selama sebulan terakhir didominasi mie instan dan telur serta ikan kaleng siap saji.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Utara Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat Kucurkan Bantuan Rp8 Juta per KK Korban Banjir Sumatra

“Yang paling dominan itu penyakit gatal-gatal. Kemungkinan besar kutu air atau infeksi jamur sejenisnya. Selebihnya penyakit luka ringan yang disebabkan terkena benda-benda tajam seperti seng, paku dan lain-lain,” sebut Jamaluddin.

Sebagai mana diketahui, banjir bandang yang terjadi pada 26 November lalu memporak-porandakan kemukiman warga Gampong Matang Seuke Pulot dan sejumlah desa lain di kabupaten tersebut.

“Saya mohon kepada pihak-pihak yang mau mendonasikan ya silakan. Terutama air bersih dan obat-obatan. Bantuan lainnya juga masih dibutuhkan, seperti beras, minyak dan banyak lainnya untuk kebutuhan dapur,” ucap dia lagi. (Malik)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Polres Nias Selatan Tegaskan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak di O’ou Berjalan Profesional dan Sesuai Prosedur
Warga Cilember Bogor Sambut Positif Pengaspalan di Kota Batu
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar
Sat Lantas Polres Nias Selatan Gelar Polantas Karib di SMK BNKP Lahusa
MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?
Oktavianus Bu’ulolo: ‘Tidak Boleh Ada Tempat bagi Kekerasan Perempuan dan Anak di Nias Selatan
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
AJI-IJTI dan KKJ Desak Kapolda Sultra Usut Tuntas Kekerasan Jurnalis di Polres Baubau

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Polres Nias Selatan Tegaskan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak di O’ou Berjalan Profesional dan Sesuai Prosedur

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Warga Cilember Bogor Sambut Positif Pengaspalan di Kota Batu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Sat Lantas Polres Nias Selatan Gelar Polantas Karib di SMK BNKP Lahusa

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:37 WIB

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Berita Terbaru

Pengaspalan yang dilaksanakan Pemerintah Desa melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu)

Daerah

Warga Cilember Bogor Sambut Positif Pengaspalan di Kota Batu

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:41 WIB