PELTI Resmikan Pro Liga Indonesia Master 2025, Tenis Nasional Resmi Masuk Jalur Industri Profesional

- Editor

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PP PELTI) resmi menggelar Pro Liga Indonesia Master 2025 sebagai langkah konkret membawa tenis nasional memasuki era industri olahraga profesional. Kompetisi ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PP PELTI, Prof. Dr. Drs. Nurdin Halid, di Lapangan Tenis Indoor PGN, Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (23/12/2025).

Pro Liga Indonesia Master 2025 menjadi tonggak penting transformasi pembinaan tenis nasional, dari sekadar olahraga prestasi menjadi ekosistem profesional yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi bagi atlet.

Dalam sambutannya, Nurdin Halid menegaskan bahwa PELTI kini memandang tenis sebagai industri olahraga modern yang harus dikelola secara sistematis, berjenjang, dan berkesinambungan.

“Tenis tidak lagi cukup dipahami sebagai olahraga prestasi semata. PELTI membangun tenis sebagai industri, dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi berkualitas, dan jaminan masa depan bagi atlet,” ujar Nurdin.

Ia menjelaskan, PELTI telah menyusun rantai kompetisi nasional berjenjang, mulai dari kelompok usia 12, 14, 16, dan 18 tahun, hingga level profesional.

Pro Liga Indonesia Master 2025, yang berlangsung pada 22–28 Desember 2025, menjadi puncak dari seluruh rangkaian kompetisi tersebut sekaligus ajang pengukuran kesiapan atlet nasional menghadapi persaingan internasional.

“Liga ini adalah puncak pembinaan. Dari sinilah kita mengukur apakah atlet Indonesia benar-benar siap bersaing di tingkat dunia,” tegasnya.

Nurdin optimistis, keberadaan liga profesional akan mengubah cara pandang generasi muda dan orang tua terhadap tenis. Olahraga ini tidak lagi sekadar aktivitas fisik atau hobi, melainkan pilihan karier profesional yang menjanjikan masa depan ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam membangun olahraga profesional. Menurutnya, kompetisi modern membutuhkan keterlibatan dunia usaha, BUMN, dan sektor swasta, terutama dalam menopang biaya operasional liga yang akan digelar dan disiarkan selama delapan bulan penuh mulai Januari 2026, sekaligus menjadi bagian dari persiapan atlet menuju Asian Games 2026.

Pada kesempatan yang sama, PP PELTI juga menyerahkan bonus prestasi atlet SEA Games 2025 Thailand dengan total nilai Rp700 juta, di luar bonus dari Presiden Republik Indonesia.

“Selain bonus dari Presiden sebesar Rp1 miliar untuk setiap emas, PELTI juga memberikan apresiasi. Untuk emas tunggal putra Rp250 juta, tunggal putri Rp250 juta, dan emas ganda putri Rp200 juta. Ini bentuk komitmen kami kepada atlet,” kata Nurdin.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Fed Akan Naikkan Bunga Hingga 3,5 Persen di Akhir 2022

Tim nasional tenis Indonesia pada SEA Games 2025 berhasil meraih tiga medali emas dan enam medali perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh nomor beregu putra, beregu putri, serta ganda putri melalui pasangan Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen.

Enam medali perunggu diraih dari nomor tunggal putri (Janice Tjen), tunggal putra (Muhammad Rifqi Fitriadi), ganda putra (Christopher Rungkat/Rifqi Fitriadi dan Anthony Susanto/Lucky Canda), ganda putri (Priska Nugroho/Anjali Junarto), serta ganda campuran (Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi).

Atlet tenis putra Indonesia Christopher Rungkat menyatakan bonus yang diterima akan digunakan untuk menopang karier profesionalnya.

“Tenis profesional membutuhkan pendanaan mandiri. Bonus ini sangat membantu untuk kebutuhan touring dan kompetisi internasional,” ujarnya.

Terkait raihan tiga emas, Christo menilai hasil tersebut memang belum sepenuhnya memenuhi target awal PELTI yang membidik lima emas, namun tetap realistis dan maksimal.

“Tiga emas di Thailand adalah hasil paling realistis. Ada nomor yang meleset, tapi secara keseluruhan ini capaian terbaik kami,” katanya.

Ia menambahkan, kegagalan di nomor ganda campuran dan tunggal putri menjadi bahan evaluasi untuk pembenahan ke depan.

Sistem pembinaan berkelanjutan PELTI mulai menunjukkan hasil signifikan. Salah satunya ditunjukkan oleh Janice Tjen, yang berhasil melonjak dari peringkat 400-an dunia hingga menembus peringkat 53 dunia.

Ke depan, PELTI telah menyusun peta jalan jangka menengah dan panjang, termasuk persiapan menuju Olimpiade. Program pembinaan dirancang berlapis dengan regenerasi atlet berkesinambungan, didukung keikutsertaan dalam sedikitnya 20 turnamen internasional setiap tahun serta kompetisi nasional yang padat dan terstruktur.

Seluruh kebutuhan atlet, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga perlengkapan pertandingan, kini ditanggung penuh oleh PELTI agar atlet dapat fokus berlatih dan bertanding.

“Kami ingin atlet hanya memikirkan satu hal: latihan, pertandingan, dan prestasi. Target kami jelas, emas di Asian Games 2026 Nagoya,” pungkas Nurdin Halid. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir
Ratusan Miliar Rupiah Berhasil Diamankan, Kader Golkar Ini Ikut Terjaring OTT KPK
KPK Sita Uang Ratusan Miliar dalam OTT di Lingkungan ATR/BPN, Bukti Ketidakadilan Makin Nyata
Usai Dicueki Penyidik, Kuasa Hukum Derek Prabu Maras Minta Polisi Tak Berpihak Dalam Menangani Kasus

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:40 WIB

Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Selasa, 15 September 2026 - 22:30 WIB

KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI

Selasa, 15 September 2026 - 19:49 WIB

Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali

Selasa, 15 September 2026 - 18:29 WIB

Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir

Berita Terbaru

Nasional

DPR Alokasi 23 T Untuk Gaji PPPK APBN 2027

Kamis, 17 Sep 2026 - 00:40 WIB

Nasional

Prabowo Bertekad Beli Ratusan Pesawat Mitigasi Bencana Alam

Rabu, 16 Sep 2026 - 23:41 WIB