Pembatalan PPKM Level 3 Dikhawatirkan Picu Gelombang Covid, Begini Kata Epidemiolog

- Penulis

Sabtu, 25 Desember 2021 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, Mediakarya – Pemerintah telah resmi membatalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia selama periode Natal dan Tahun Baru.

Sebagai gantinya, pemerintah mengeluarkan aturan resmi penegakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi selama periode Nataru terhitung hingga 2 Januari 2021.

Hal itu yang menjadi kesempatan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke luar kota. Seperti, mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru, lebih dari setengah juta unit kendaraan berbondong-bondong mulai meninggalkan Jabodetabek.

Sementara itu, Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan bahwa level PPKM bukan faktor penentu terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkannya.

Salah satunya masih banyak masyarakat yang belum terlindungi atau belum memiliki antibodi yang mampu melawan Covid-19.

“Ada tidak masyarakat yang rawan atau belum memiliki imunitas di masyarakat, yaitu yang belum divaksin atau belum terinfeksi. Terutama kan yang harus dilindungi yang belum vaksin, atau artinya proteksi dari vaksinasi,” ujar Dicky baru-baru ini.

Kata Dicky, jumlah vaksinasi Covid-19 Indonesia sudah cukup signifikan. Meskipun itu jika dilihat dari jumlah vaksin dosis pertama, sudah 142 juta dari 208 juta target vaksinasi.

“Nah, ini kan jumlahnya ada cukup signifikan setidaknya, kalau misalnya dosis 1 yang jadi rujukan, antara 30 hingga 40 persen penduduk kita masih rawan, itu potensi gelombang itu ada,” tutur Dicky.

Sedangkan kata Dicky, PPKM jadi salah satu alat untuk melindungi orang yang belum divaksinasi.

Ia mengatakan, alih-alih fokus pada level PPKM, protokol kesehatam 3M, vaksinasi dan 3T (tracing, testing, treatment) harus ditingkatkan berapapun level PPKM-nya.

“Hal yang harus selalu dijaga yaitu, konsistensinya, mau berapapun levelnya 5M tetap, 3T dan vaksinasi harus dilakukan,” jelas Dicky.

Baca Juga:  Umar Ojol Asal Kabupaten Sukabumi Diduga Jadi Korban Terlindas Mobil Rantis Aparat, Saat Kericuhan Usai Aksi Di DPR/MPR

Seperti diketahui, berdasarkan catatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebanyak 938.141 kendaraan telah melewati empat gerbang tol utama yang mengarah ke timur, barat, maupun selatan.

Empat gerbang tol tersebut adalah gerbang tol Cikupa arah Merak, gerbang tol Ciawi arah Puncak, gerbang tol Cikampek, dan gerbang tol Kalihurip Utama arah Trans Jawa dan Bandung.

Data tersebut merupakan penghitungan sejak H-8 atau 17 Desember lalu, seperti dikutip melalui keterangan resmi perusahaan

Adapun total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek naik 7,8% jika dibandingkan lalu lintas normal selama periode November 2021 dengan total 870.371 kendaraan.

Selain itu, jumlah penumpang kereta api secara nasional memang mengalami peningkatan pada periode 17 – 22 Desember 2021 sebanyak 675.410 pelanggan. Terdiri dari 327.183 pelanggan KA jarak jauh dan 348.227 pelanggan KA lokal.

“Total volume pelanggan itu mengalami peningkatan 26% dibanding dengan periode yang sama bulan November 2021 yakni sebanyak 538.092 pelanggan,” jelas VP Public Relations KAI Joni Martinus, melansir CNBC.

Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Nataru 2019, volume pelanggan KA mengalami penurunan sebesar 69% dimana terdapat 1.721.894 pelanggan.

Sementara untuk dua stasiun besar di Jakarta yakni Gambir dan Pasar Senen, juga sudah mencapai 5.000 orang penumpang dengan kereta beroperasi 29 unit, dan 6.000 penumpang dengan layanan 21 kereta yang beroperasi.

“Sejauh ini terpantau normal, kalau melihat mulai tanggal 17 Desember lalu sampai sekarang masih di angka rata-rata yang sama,” kata Eva.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi
Sikapi Film Pesta Babi, LPKAN Ajak Seluruh Elemen Tempatkan Fakta di Atas Prasangka
Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?
Bawa Sejumlah Bukti, Korban Penipuan Hanania Travel Datangi Kantor BPKN RI
Eks Kepala BGN dan Wakilnya Resmi Tersangka, Begini Tanggapan Praktisi Hukum
Beri Delapan Catatan Penting dalam Tata Kelola MBG, BPKN Dukung Kepala BGN Baru
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:01 WIB

KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:33 WIB

Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:24 WIB

Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WIB

Bawa Sejumlah Bukti, Korban Penipuan Hanania Travel Datangi Kantor BPKN RI

Berita Terbaru