Pemerintah Diminta Awasi Ornamen Betawi di Hotel dan Tempat Pariwisata

- Penulis

Minggu, 20 Februari 2022 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Masih minimnya tempat-tempat pariwisata dan hotel di Jakarta yang menampilkan ornamen Betawi menjadi perhatian serius bagi anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah.

Politisi yang akrab disapa bunda itu meminta, agar Pemda lebih fokus dalam memgawasi tempat pariwisata dan hotel, khususnya dalam menampilkan unsur kebudayaan Betawi.

Hal itu sesuai dengan amanat Perda No 4 tahun 2015, tentang pelestarian budaya Betawi.

“Pengawasan terhadap hotel dan tempat hiburan lainya harus ditingkatkan. Jangan sampai ondel-ondel dan ornamen lainya dari kebudayaan Betawi dilupakan,” ujar ketua DPC PD Pulau Seribu itu kepada wartawan di sela- sela Sosper Perda No 4 tahun 2015 di Jalan Gang Masjid Al Fajar, RW 04, Sukapura, Jakarta Utara, Minggu (20/2).

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu pun meminta, agar masyarakat ikut peran aktif dalam mengawasi kelestarian budaya Betawi. Dengan begitu, sinergitas antara Pemda dan masyarakat Jakarta bisa terwujud dalam menjaga kelestarian budaya Betawi.

“Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan. Sehingga kebudayaan Betawi, seperti ondel-ondel dan kebudayaan lainya bisa terjaga hingga generasi mendatang,” paparnya.

Ketua Antara Lembaga FORKABI Jaksel
yang juga Kepala Badan APMD, Taufik Hidayat menyoroti perlunya kelestarian budaya Betawi lewat peran serta masyarakat. Ruang terbuka hijau, yang berada di tengah masyarakat bisa dimanfaatkan dalam membangun intelektual masyarakat.

“Jadi tidak melulu ruang terbuka hijau, sepeti hutan kita hanya digunakan untuk berolah raga atau kegiatan yang sifatnya komersil. Justru kita berharap bisa dijadikan sarana untuk pengembangan budaya Betawi di Jakarta. Seperti menampilkan pagelaran ondel-ondel, tanjidor, rebana hingga menjajakan makanan dan minuman khas Betawi seperti bir pletok dan lainya oleh masyarakat Jakarta,” katanya.

Baca Juga:  Bawa Roti Buaya, Poros Masyarakat Betawi Sambangi Kantor DPP PDIP 

Sisi positif yang bisa dihasilkan, pengembangan UMKM di tengah masyarakat.”Bisa dikatakan menyelam sambil minum air, karena dengan menjajakan makanan khas Betawi, akan membangun masyarakat dalam hal ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ironisnya, adanya usulan agar ruang terbuka hijau bisa dimaksimalkan untuk pelestarian kebudayaan Betawi. Justru pada kenyataanya masyarakat RW 04, Sukapura sulit menggunakan hutan kota di RW 04 untuk kepentingan masyarakat.

Padahal, kata ketua RW 04, Sukapura, Najib Harianto. Hutan kota yang berada di wilayahnya, justru bisa digunakan segelintir orang bermain bulutangkis.

“Kita berharap masyarakat RW 04 bisa kembali menggunakan hutan kota. Disamping bisa di gunakan untuk menjaga kelestarian budaya Betawi. Hutan kota juga menunjang kebutuhan masyarakat berolah raga dan berjalan-jalan,” katanya.

Diyakininya, dengan kehadiran Neneng Hasanah Sosper di wilayahnya, bisa menjadi membuka komunikasi dengan Dinas terkait agar segera membuka akses hutan kota untuk warga.

“Untuk membuka akses hutan kota, pihak pengelola mengarahkan kita ke dinas. Mudah-mudahan pekan depan, pasca adanya rapat Komisi dengan Bu Neneng, ada Akbar baik untuk warga. Yakni hutan kota bisa digunakan lagi oleh masyarakat,” tutupnya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Kemayoran
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WIB

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42 WIB

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:37 WIB

PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Kemayoran

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:29 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 

Berita Terbaru