Pengamat Militer: HUT ke 80, TNI Harus Semakin Kuat, Lebih Profesional dan Proporsional

- Editor

Minggu, 5 Oktober 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat militer Wibisono

Pengamat militer Wibisono

JAKARTA, Mediakarya – Tahun 2025 ini akan menjadi momentum penting bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang genap berusia 80 tahun. Dengan mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, peringatan HUT ke-80 TNI tidak hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga mencerminkan arah strategis TNI dalam menjawab tantangan masa depan, sekaligus merefleksikan kembali jati dirinya sebagai komponen utama pertahanan negara.

Menurut pengamat militer Wibisono mengatakan bahwa ditengah dinamika geopolitik global, peningkatan ketegangan kawasan, dan kemunculan ancaman perang modern (proxy war) seperti siber, disinformasi, serta bencana alam akibat perubahan iklim, tema ini terasa relevan dan strategis. Ia merupakan pesan politik dan militer bahwa pertahanan Indonesia tidak bisa berjalan setengah hati. Ia harus kuat dari dalam, didukung rakyat, dan bersinergi dengan pembangunan nasional.

Lanjutnya, dalam perayaan HUT ke-80 TNI menjadi momentum refleksi, bukan sekadar seremoni. Ia menyoroti delapan dekade TNI masih menyisakan persoalan serius seperti kasus kekerasan terhadap warga sipil.

Baca Juga:  HUT TNI AL Ke-79, Pengamat Militer: Sudah Saatnya TNI Miliki Kapal Induk

“Evaluasi internal mutlak diperlukan untuk memastikan bagaimana TNI meneguhkan orientasi pertahanan negara, menahan diri dari ranah sipil, serta memperkuat transformasi menghadapi ancaman baru seperti siber dan disinformasi,” kaya Wibi, Ahad (5/10/2025)

Dengan begitu, TNI tidak hanya kuat secara alutsista, tetapi juga kokoh secara moral, tentara rakyat yang melindungi, bukan menakuti, TNI harus profesional dan proporsional, dengan demikian TNI akan semakin kuat.

“TNI perlu menegaskan diri dan fokus pada pertahanan negara, bukan ranah sipil. TNI juga harus kuat secara alutsista sekaligus kokoh secara moral. “Hanya dengan refleksi seperti itu, TNI bisa terus relevan sebagai tentara rakyat yang hadir melindungi, bukan menakuti. Di usia 80 tahun, TNI harus berani bercermin: kuat di medan perang, disiplin di medan moral, dan tetap dicintai rakyat yang dilindunginya,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Pejabat Korup Bersiap Jatuh Miskin
Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum
Pernyataannya Kerap Blunder, Prabowo Diprediksi Bakal Ditinggal Pendukungnya Pada Pilpres 2029
OT Peduli Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa M 7,7 Nagekeo NTT
Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon
Peringatan Perdamaian Aceh Berujung Pengibaran Bendera Bulan Bintang
81 Tahun Indonesia Merdeka, LPKAN Tagih Kerja Nyata Aparatur Negara: Jangan Cuma Pandai Berjanji
GNK Dorong Bareskrim Polri Segera Proses Kasus Dugaan Korupsi Dinas LH Kota Bekasi dan TPST Bantargebang

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:16 WIB

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Pejabat Korup Bersiap Jatuh Miskin

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Pernyataannya Kerap Blunder, Prabowo Diprediksi Bakal Ditinggal Pendukungnya Pada Pilpres 2029

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:53 WIB

OT Peduli Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa M 7,7 Nagekeo NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Ekonom Senior INDEF Ungkap Refleksi Kemerdekaan Bidang Ekonomi

Selasa, 18 Agu 2026 - 11:52 WIB