Pengamat Militer Ini Sebut Perang Modern Sudah Di Depan Mata

- Editor

Rabu, 2 November 2022 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wibisoni, Dewan Pembina LPKAN,  dan Pengamat Militer,

Wibisoni, Dewan Pembina LPKAN, dan Pengamat Militer,

\JAKARTA, Medikarya – Bangsa Indonesia diminta untuk  mewaspadai agar tidak terjebak dalam perang modern (proxy war) negara asing. Pasalnya dua kekuatan dunia antara AS dan China telah terjadi perang modern dan perang dagang, seiring dengan perkembangan teknologi, sifat dan karakteristik perang telah bergeser. 

Pengamat militer Wibisono mengatakan, perang masa kini tengah terjadi, oleh karena itu pihaknya meminta bangsa Indonesia untuk mewaspadainya. Salah satunya adalah adanya proxy war, terutama China dengan teori perang Asymetrisnya melalui proyek OBOR.

Menurut penulis buku “Bangsa Indonesia Terjebak Perang Modern” ini mengatakan bahwa Proxy War tidak melalui kekuatan militer, tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik melalui politik, melalui ekonomi, sosial budaya, termasuk hukum.

“Proxy war merupakan sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko kehancuran fatal,” ujar Wibisono dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (1/11/2022).

Dewan Pembina LPKAN Indonesia ini menilai bahwa dalam Proxy War, tidak bisa terlihat siapa lawan dan siapa kawan. Dilakukan non state actor, tetapi dikendalikan oleh sebuah negara. Ini karena ada banyak negara yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia melalui proxy war.

Baca Juga:  Fenomena Flexing Gaya Hidup Hedonis Pejabat Picu Kesenjangan Sosial

Dari hasil diskusi akademis dengan 25 Universitas di seluruh Indonesia, Lembaga Ketahanan Nasional RI dan lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan TNI menyatakan bahwa Proxy War dapat dilakukan pihak asing terhadap Indonesia dalam berbagai bentuk sebagai berikut:

  1. Melakukan Investasi besar-besaran ke Indonesia agar dapat mengeksploitasi dan menguasai sumber daya alamnya.
  2. Membuat pakta-pakta perdagangan guna menekan produk Indonesia melalui jalur diplomasi.

Untuk itu Wibisono mengingatkan bahwa perang modern sudah ada di Indonesia sejak dulu. Hanya satu motifnya yakni mengeruk kekayaan alam kita dengan dalih kerjasama investasi.

Dia pun menilai bahwa saat ini tengah terjadi investasi dilakukan secara massive oleh asing dalam rangka menguasai sektor sektor tambang dan minyak yang ada di Indonesia. 

“Kami sangat prihatin bagaimana nasib anak cucu kita kedepan jika melihat bagaimana eksploitasi besar besaran sumber daya alam kita ini oleh asing,” tandas Wibi.

Menurut dia, jika penguasaan sumber daya alam oleh asing itu terus didiamkan, jangan harap implementasi Pancasila  yakni Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia itu terwujud. ***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur Kembali Mencuat, Kepala BGN Diminta Segera Tindak Oknum Pemburu Rente
HIKSEMI Tawarkan Storage AI Berkecepatan 13.000 MB/s untuk Data Center dan Enterprise
Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur Kembali Mencuat, Kepala BGN Diminta Segera Tindak Oknum Pemburu Rente

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WIB

HIKSEMI Tawarkan Storage AI Berkecepatan 13.000 MB/s untuk Data Center dan Enterprise

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Berita Terbaru