PMPRI Miris, Jabar Dapat Prediket Provinsi Terkorup

- Editor

Selasa, 21 September 2021 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mediakarya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat 101 kasus korupsi berhasil diungkap di Jawa Barat sejak tahun 2004.

Jumlah itu menjadikan Jabar berada di posisi teratas sebagai provinsi penyumbang kasus tindak pidana korupsi paling banyak.

Berdasarkan catatan lembaga anti rasuah itu, dari sepuluh besar kasus korupsi di daerah yang ditangani KPK, Jawa Barat di peringkat satu dengan jumlah 101 kasus.

Hal itu terungkap dari data kasus yang ditangani KPK pada 2004-2020, di mana terdapat 26 dari 34 provinsi terjadi kasus korupsi.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bahwa modus yang paling banyak dilakukan pejabat adalah pemerasan, gratifikasi, dan penyuapan.

Menyikapi tingginya angka korupsi di Jabar, Ketua Umum Pemuda Mandiri Peduli Republik Indonesia (PMPRI) mengatakan bahwa romantisme Jabar dan Demang Belanda terasa lagi.

Menurut Kang Joker yang akrab disapa, bahwa korupsi itu secara subtansial adalah memeras keringat rakyat dengan hanya tumpang kaki diatas meja. Dan hal ini terasa di Jawa Barat dengan di nobatkannya sebagai Provinsi terkorup se-Indonesia oleh KPK.

Baca Juga:  PKB Optimistis Mampu Raih 100 Kursi di DPR RI Pada Pemilu 2024

Menurut dia, lebel itu disematkan lantaran moralitas para pejabat di Jawa Barat masih terganggu, sehingga dengan bangganya bila berbaju orange yang gagah bak pahlawan tanpa dosa.

“Ini menandakan moralitas
pejabat kita masih berorientasi pada keuntungan materi semata. Padahal pemerintah sudah memberikan gaji yang layak,” tandas Joker dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9/2021).

Joker juga menambahkan bahwa di Jabar ini terasa banyak Demang Belanda. Karna di tengah-tengah pandemi Covid-19 banyak para pejabat yang malah asyik nonton TV sambil meneguk keringat rakyat.

“Oknum pejabat yang kerap menilep uang rakyat itu tidak mengingat bahwa kami masyarakat biasa harus bertaruh nyawa demi beberapa nyawa (keluarga). Sementara mereka denga asiknya memainkan anggaran yang digelontorkan oleh negara dari pajak rakyat,” pungkas Joker. (red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Pejabat Korup Bersiap Jatuh Miskin
Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum
Pernyataannya Kerap Blunder, Prabowo Diprediksi Bakal Ditinggal Pendukungnya Pada Pilpres 2029
OT Peduli Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa M 7,7 Nagekeo NTT
Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon
Peringatan Perdamaian Aceh Berujung Pengibaran Bendera Bulan Bintang
81 Tahun Indonesia Merdeka, LPKAN Tagih Kerja Nyata Aparatur Negara: Jangan Cuma Pandai Berjanji
GNK Dorong Bareskrim Polri Segera Proses Kasus Dugaan Korupsi Dinas LH Kota Bekasi dan TPST Bantargebang

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:16 WIB

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Pejabat Korup Bersiap Jatuh Miskin

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Pernyataannya Kerap Blunder, Prabowo Diprediksi Bakal Ditinggal Pendukungnya Pada Pilpres 2029

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:53 WIB

OT Peduli Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa M 7,7 Nagekeo NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Ekonom Senior INDEF Ungkap Refleksi Kemerdekaan Bidang Ekonomi

Selasa, 18 Agu 2026 - 11:52 WIB