Politisi PKB DKI Harapkan Bapenda DKI Tuntaskan Persoalan Sertifikat Warga Yang Masih Berstempel Terhutang

- Editor

Senin, 3 April 2023 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi C DPRD DKI, Yusuf

Sekretaris Komisi C DPRD DKI, Yusuf

JAKARTA, Mediakarya – Kebahagian masyarakat terhadap program PTSL yang menjadi unggulan pemerintah Jokowi, ternyata masih menyisakan persoalan.

Hal itu dikarenakan masih adanya pengaduan masyarakat karena sertifikat yang dikeluarkan BPN, masih berstempel terhutang. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Sekretaris Komisi C DPRD DKI, Yusuf saat rapat pembahasan LKPJ gubernur 2022 bersama dengan Bapenda.

“Program Presiden Jokowi ini sudah bagus. Tapi sayangnya kenapa masih ada sertifikat yang dikeluarkan masih berstempel terhutang,” ujar politisi PKB itu kepada Harnasnews, Senin (3/4/2023).

Yusuf menyarankan, program PTSL yang ada saat ini seharusnya bisa mengadopsi program nasional (Prona) persertfikatan yang pernah diterapkan pada pemerintahan lalu.

Dalam aturan Prona, BPHTP kata dia hanya dibebankan 25 persen kepada masyarakat.
Tentunya, sambung politisi berbadan tegap itu dari kebijakan tersebut masyarakat mendapatkan kemudahan dan keringanan terhadap pajak yang dibebankan.

“Dengan adanya program itu, masyarakat yang misalkan memiliki kewajiban pajak Rp.10 juta. Dengan penerapan 25 persen yang ada dalam Prona saat itu. Masyarakat hanya dikenakan pembayaran sekitar Rp.2,5 juta,” katanya.

Tentunya, sambung politisi berbadan tegap itu dari kebijakan tersebut masyarakat mendapatkan kemudahan dan keringanan terhadap pajak yang dibebankan.

Baca Juga:  PKB Tolak Tandatangan Laporan Pras Ke BK

“Dengan adanya program itu, masyarakat yang misalkan memiliki kewajiban pajak Rp.10 juta. Dengan penerapan 2,5 persen yang ada dalam Prona saat itu. Masyarakat hanya dikenakan pembayaran sekitar Rp.2,5 juta,” katanya.

Hanya saja, kata anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaksel itu aturan tersebut tidak diterapkan kepada para pengusaha atau pemilik perusahaan.

“Kalau perusahaan atau pengusaha yang memanfaatkan. Tentu malah akan membuat Pemprov DKI Jakarta yang dirugikan,” paparnya.

Dalam rapat tersebut, Yusuf pun mempertanyakan jumlah dari data lengkap sertifikat tanah masyarakat yang masih berstempel terhutang di DKI Jakarta.

“Bapenda harus berkoordinasi dengan Mendagri atau lembaga lainya yang memiliki turunan aturan yang sama. Agar persoalan ini bisa dipetakan dan bisa di carikan solusinya. Sehingga nantinya Pemda bisa menentukan klasifikasi wajib pajak di DKI Jakarta,” tutupnya.

Kepala Bapenda DKI, Lusiana Herawati menyambut positif masukan dan pertanyaaan yang diberikan Komisi C. Dikatakannya, untuk persoalan sertifikat yang Berstempel terhutang. Bapenda masih menunggu proses revisi.

“Kita upayakan dalam waktu singkat, persoalan sertifikat masyarakat yang berstempel terhutang bisa teratasi,” katanya. (Sof)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Yuli Yanti Hutagaol Bongkar Kejanggalan Sita Rumah Kliennya Oleh Bank Mayapada
Dinilai Mirip Jokowi, Publik Diminta Tidak Terjebak Gaya Pencitraan KDM
Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur
Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta
Bank Jakarta Jadi Energi Persija Buru Gelar Juara Liga Indonesia
Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang
Desak Copot Dirum Tirta Bahagasasi, Tri Nusa Bekasi Raya Ancam Kembali Kepung Kantor Bupati
Jelang HUT RI ke-81, PJR BSD Bagikan 81 Bendera Merah Putih kepada Warga

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Yuli Yanti Hutagaol Bongkar Kejanggalan Sita Rumah Kliennya Oleh Bank Mayapada

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Dinilai Mirip Jokowi, Publik Diminta Tidak Terjebak Gaya Pencitraan KDM

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Bank Jakarta Jadi Energi Persija Buru Gelar Juara Liga Indonesia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang

Berita Terbaru

PAM JAYA memperkuat budaya K3 bersama mitra kerja untuk memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan jaringan perpipaan Jakarta.

Ekonomi & Bisnis

PAM JAYA Perkuat Komitmen K3 Bersama Mitra Kerja

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:26 WIB