Prabu Foundation Sebut Pergerakan Kelompok NII Faksi MYT Masih Masif 

- Editor

Sabtu, 23 November 2024 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum Prabu Foundation, H. Asep Muhargono. (Foto: Medkar)

Ketum Prabu Foundation, H. Asep Muhargono. (Foto: Medkar)

JAKARTA, Mediakarya – Kasus penangkapan sejumlah anggota Negara Islam Indonesia (NII) di beberapa wilayah di Indonesia oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 pada 19 Nopember 2024 lalu, mengindikasikan bahwa gerakan kelompok tersebut masih masif dan terstruktur.

Seperti diketahui, NII merupakan kelompok yang ingin merubah ideologi Pancasila menjadi negara yang berasaskan islam secara kaffah. Pertama kali diproklamirkan oleh Sekarmadji Kartosuwiryo (SMK) di Desa Cisampang, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat pada tahun 1949.

Pergerakan kelompok NII sudah berjalan berpuluh puluh tahun di negeri ini. Banyak dari masyarakat yang menjadi anggota dan korban dari kelompok NII ini.

Asep Muhargono selaku Ketua Umum Prabu Foundation yang juga mantan Panglima NII wilayah Jawa Barat Selatan, mengungkapkan penangkapan  anggota NII oleh Densus 88 kian menguatkan bahwa NII masih eksis dan tumbuh subur di tengah masyarakat.

Menurut dia, kelompok NII yang baru-baru ini ditangkap oleh tim Densus 88 merupakan kelompok NII Faksi Muhammad Yusuf Thohiri alias MYT. Sebab kelompok tersebut masih menganut bahwa wilayah indonesia ini adalah bagian dari wilayah perang.

“Sehingga struktur yang dipakai adalah  berdasarkan Maklumat Komandemen Tertinggi (MKT) NII nomor 11 yaitu membagi wilayah NII dengan nama Sapta Palagan (Tujuh Daerah Perang) yang dikomandoi oleh seorang Imam merangkap Angkatan Perang Negara Islam Indonesia atau APNI,” ujar Asep kepada Mediakarya, Sabtu (23/11/2024).

Baca Juga:  Patung Garuda Pancasila-Jenderal Soedirman di Palangka Raya Diresmikan

Asep mengungkapkan, kelompok NII MYT di bawah pimpinan Zakaria itu mayoritas anggotanya merupakan sempalan mantan anggota NII Komandemen Wilayah 9, di bawah kepemimpinan Abdussalam Panji Gumilang, pimpinan ponpes Al-Zaytun.

“Kelompok Zakaria ini masih mempertahankan pemahaman dan ideologinya tentang Negara Islam Indonesia,” katanya.

Asep mengungkapkan, jumlah kelompok MYT terbilang banyak, terutama di Jawa Barat. “Salah satu anggota NII yang ditanggap oleh Densus 88 di Kota Bandung merupakan Imam atau Panglima Perang dari NII Faksi MYT,” ungkap Asep.

Berdasarkan analisa dari Prabu Foundation bahwa di wilayah lain, anggota NII faksi MYT masih tumbuh subur, dan terus melakukan perekrutan.

Oleh karenanya, peran penting pemerintah untuk mendeteksi dini kelompok kelompok radikal seperti NII ini harus dilakukan di seluruh wilayah NKRI.

“Sebab saat ini hanya kabupaten Bandung yang sudah mencanangkan program deteksi dini pencegahan radikalisme dan ekstrimisme terutama kelompok NII, dan PRABU Foundation berperan menjadi mitra pemerintah dalam rangka mensukseskan program tersebut,” katanya.

Asep pun berharap daerah lain bisa meniru pemerintahan kabupaten Bandung yang terus menggaungkan program deteksi dini pencegahan radikalisme dan ekstrimisme terutama pergerakan kelompok NII.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Sekjen PDIP Apresiasi Kapolri Jenderal Suyudi, Penyadapan Presiden Prabowo Itu Pelanggaran HAM Berat dan Makar
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Belasan Jenderal Polisi Diperkirakan Bakal Jadi Tersangka dalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Rabu, 4 November 2026 - 09:50 WIB

Sekjen PDIP Apresiasi Kapolri Jenderal Suyudi, Penyadapan Presiden Prabowo Itu Pelanggaran HAM Berat dan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 06:40 WIB

Belasan Jenderal Polisi Diperkirakan Bakal Jadi Tersangka dalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Berita Terbaru