Praktisi Perlindungan Anak Nilai MBG Jawaban Atas Hak Gizi Anak

- Editor

Selasa, 16 Desember 2025 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab persoalan mendasar pemenuhan hak anak, khususnya terkait kecukupan gizi dan kesiapan belajar di sekolah.

Ketua Yayasan Balarenik, Agusman, menyampaikan bahwa gagasan Presiden Prabowo mengenai makan bergizi gratis merupakan kebijakan yang sangat baik, terutama dari perspektif perlindungan anak. “Sebagai praktisi perlindungan anak, apa yang didapatkan oleh anak-anak Indonesia sudah cukup baik. Kalau pun ada penyempurnaan itu sebuah proses tentunya. Sesuatu yang baru tentunya akan semakin baik,” ujarnya dalam podcast Menyala Media, Jumat (12/12).

Ia menekankan bahwa masih banyak anak-anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan, kondisi yang berdampak langsung pada kemampuan mereka dalam mengikuti pelajaran. “Menurutnya, jika anak-anak tidak sarapan, bagaimana dirinya bisa mengikuti pelajaran dan pendidikan dengan baik. Maka itu, program MBG sangat penting dilakukan untuk menunjang anak-anak yang membutuhkan.”

Agusman menilai kebijakan MBG sebagai jawaban yang relevan atas kebutuhan dasar anak, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah. “Jawaban dari bapak Presiden dalam bentuk MBG ini sangat relevan dalam mencapai kebutuhan anak-anak, terutama anak-anak dari masyarakat menengah ke bawah. Itu bagian dari hak dasar mereka,” ujarnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua MPR Nilai Amendemen UUD 1945 Keniscayaan

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kehadiran MBG turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kecukupan gizi bagi anak. “Menu dari MBG kan ada sayur dan susu. Mungkin sebelum ada MBG, ya anak-anak yang kurang mampu makan sedapatnya,” tuturnya.

Selain berdampak pada pemenuhan gizi anak, program MBG juga dinilai membawa efek ekonomi yang positif. Agusman menambahkan bahwa pola kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka ruang keterlibatan pelaku usaha lokal. “Keterlibatan UMKM terutama di daerah-daerah kota besar sangat berperan sebagai penyuplai bahan pokok,” ujarnya.

Dengan dampak yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi lokal, MBG dinilai bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang
IPPS Indonesia: Penempatan Jabatan dari Unsur Keluarga Wali Kota Berpotensi Terjadinya Abuse of Power
Simulator Mistral Atlas, Inovasi Prajurit Arhanud TNI AD untuk Perkuat Kesiapan Tempur
Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi
Politisi PDIP Ini Sebut Tidak Seluruh Proses Perampasan Aset Menunggu Putusan Pemidanaan
Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi
Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur MBG Merajalela, BPKN-RI Minta Kepala BGN Tindak Tegas Oknum
IPPS Kritisi Cara KDM Tegur Camat Coblong Kota Bandung

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:14 WIB

IPPS Indonesia: Penempatan Jabatan dari Unsur Keluarga Wali Kota Berpotensi Terjadinya Abuse of Power

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Simulator Mistral Atlas, Inovasi Prajurit Arhanud TNI AD untuk Perkuat Kesiapan Tempur

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Politisi PDIP Ini Sebut Tidak Seluruh Proses Perampasan Aset Menunggu Putusan Pemidanaan

Berita Terbaru

Endang Oktaviyanti (Makeup Artist Profesional dan Wartawan Senior)

Entertainment

Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:38 WIB