Refleksi Satu Tahun Pemerintah Prabowo, GCP dan GAN Gelar Dialog Nasional

- Editor

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum GCP H. Kurniawan

Ketua Umum GCP H. Kurniawan

 

JAKARTA,Mediakarya: Di hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober 2025, Gerakan Cinta Prabowo (GCP) bersama Gerakan Asta Cita Nasional (GAN) menggelar rangkaian kegiatan refleksi kepemimpinan nasional.

Salah satunya Forum Dialog Nasional yang diselenggarakan di Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta selatan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja Prabowo selama setahun memimpin Indonesia.

Ketua Umum GCP H. Kurniawan menjelaskan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari Apel Kebangsaan yang digelar pada 19 September 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Refleksi ini bagian dari perjalanan kebangsaan kita, untuk memberikan masukan-masukan konstruktif bagi Presiden,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, hadir sejumlah narasumber dari berbagai bidang, mulai dari akademisi, ekonom, hingga pengamat politik. Beberapa di antaranya adalah Prof. Yudi Rusdi, Prof. Hariku Satria, Iskandar Nursi, dan Rocky Gerung.

Para pembicara memberikan pandangan kritis dan rekomendasi strategis terhadap arah kebijakan pemerintahan Prabowo di tahun-tahun mendatang.

Kurniawan menilai, meski baru setahun menjabat, Presiden Prabowo telah menunjukkan gebrakan besar, khususnya dalam bidang pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

“Selama 365 hari, sudah ada sekitar 80 kasus korupsi yang berhasil diungkap. Ini prestasi yang patut diapresiasi,” katanya.

Ia menambahkan, Prabowo juga dinilai berani dalam mengembalikan aset negara yang dikuasai pihak-pihak tertentu. “Sudah jutaan hektar tanah berhasil dikembalikan ke negara. Ini bukti nyata keberanian seorang pemimpin yang tidak takut melawan mafia,” tegasnya.

Dalam refleksi tersebut, GCP menyampaikan lima poin seruan kebangsaan kepada Presiden Prabowo. Pertama, menunjukkan kepada masyarakat bahwa pendukung Prabowo tetap solid. Kedua, meminta Prabowo tidak ragu mengambil keputusan strategis. Ketiga, melakukan evaluasi terhadap pembantu yang tidak loyal. Keempat, memperbanyak kunjungan ke daerah. Kelima, menjaga soliditas relawan dalam menghadapi dinamika politik nasional.

Baca Juga:  Mahfud MD: Presiden Bakal Umumkan Penyelesaian Kasus HAM Berat di Aceh

GCP juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola program makan bergizi gratis agar terhindar dari penyimpangan. Kurniawan menegaskan, niat baik Prabowo harus didukung dengan sistem pengawasan yang kuat.

“Sebagus apa pun programnya, kalau pelaksananya tidak jujur, hasilnya bisa rusak. Karena itu, kita dorong Presiden untuk bersih-bersih dari koruptor,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam pelaksanaan program prioritas. “Kami sudah memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam MBG di berbagai wilayah. Insyaallah ke depan tidak akan ada lagi masalah seperti keracunan atau penyalahgunaan bahan pangan,” tambahnya.

Kurniawan yakin, dengan konsistensi dan dukungan masyarakat, program-program Prabowo akan menunjukkan hasil signifikan di tahun ketiga kepemimpinannya. “Kalau negara lain butuh belasan tahun untuk membenahi sistem, Indonesia di bawah Prabowo bisa lebih cepat karena kepemimpinan beliau kuat dan tegas,” ujarnya optimistis.

Ia juga menegaskan komitmen GCP dan GAN untuk terus mengawal pemerintahan hingga 2034. “Kami tidak akan membiarkan Pak Prabowo berjuang sendiri. Kami siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan arah pembangunan nasional,” katanya.Menurutnya, kegiatan refleksi ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antara rakyat dan pemerintah. “Kami ingin memastikan bahwa perubahan yang dijanjikan benar-benar berjalan, dengan partisipasi publik yang aktif dan kritis,” tutup Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
Sindir Menteri Saling Bertentangan, Guntur Romli: Kabinet Paling Gemuk Tapi Tak Punya Grup WA?
Bentengi Kampus dari Paham Ekstremisme, Unila Gandeng Kepala BNPT dan NII Crisis Center Gelar Kuliah Umum Kebangsaan
Dua Wajah Kepemimpinan Daerah: Pramono Anung Merajut Kerja, Dedi Mulyadi Membangun Citra
Haidar Alwi Sebut Arah Kerja KSP Sejalan Mandat Perpres, Kunci Urai Hambatan Karhutla dan Akses Keuangan Rakyat
Fenomena Fatsun Ganda, Sejumlah Anggota DPRD Golkar Brebes Diduga Lebih Tunduk ke Bupati Ketimbang Partai
PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru
Jangan Umumkan Kebijakan Mentah, Legislator Ini Desak Prabowo Benahi 3 Program Dinilai Bermasalah

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Sindir Menteri Saling Bertentangan, Guntur Romli: Kabinet Paling Gemuk Tapi Tak Punya Grup WA?

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Bentengi Kampus dari Paham Ekstremisme, Unila Gandeng Kepala BNPT dan NII Crisis Center Gelar Kuliah Umum Kebangsaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Dua Wajah Kepemimpinan Daerah: Pramono Anung Merajut Kerja, Dedi Mulyadi Membangun Citra

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Haidar Alwi Sebut Arah Kerja KSP Sejalan Mandat Perpres, Kunci Urai Hambatan Karhutla dan Akses Keuangan Rakyat

Berita Terbaru