JAKARTA, Mediakarya – Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli melontarkan kritik pedas terhadap soliditas Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut kabinet paling gemuk sejak reformasi itu justru berjalan sendiri-sendiri tanpa orkestrasi, seperti tidak berada dalam satu grup WhatsApp.
“Menteri kok saling bertentangan ya. Kabinet Presiden Prabowo ini Kabinet Merah Putih atau Kabinet Asal Bunyi?” sindir Guntur dalam video pernyataannya yang dikutip Mediakarya, Senin (26/10/2026).
Menurut Guntur, bukti paling telanjang dari tidak adanya komunikasi dan koordinasi antar menteri adalah saling bertentangannya pernyataan pejabat di ruang publik.
Soal HP Gratis: Siapa yang Ngarang?
Guntur mencontohkan kasus Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang dengan yakin mengumumkan pemerintah akan membagikan HP gratis bagi yang membutuhkan.
“Rakyat sudah membayangkan ponsel baru,” ujarnya.
Namun, pernyataan itu langsung dimentahkan oleh atasannya sendiri. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto justru bilang pembagian HP itu memang tidak pernah dibahas.
“Jadi yang ngarang ini siapa?” tanya Guntur tajam.
Soal Gaji PNS Lewat Koperasi: Bikin Jutaan ASN Cemas
Belum reda polemik HP gratis, muncul lagi wacana liar dari Menteri Koperasi Ferry Yuliantono yang menyatakan tahun ini gaji PNS disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pernyataan itu membuat jutaan Aparatur Sipil Negara (ASN) cemas. Namun lagi-lagi, Menteri Keuangan selaku pemegang kunci brankas negara santai saja membantah dan bilang penyaluran gaji tetap seperti sekarang.
“Jadi gaji PNS ini lewat koperasi atau tetap lewat bank?” kritik Guntur.
Bukan Salah Ucap, Tapi Pasar Malam Wacana
Bagi Guntur, ini bukan sekadar salah ucap atau slip of tongue.
“Ini bukan sekedar salah ucap, ini potret kabinet yang berjalan sendiri-sendiri. Setiap menteri sibuk melempar wacana ke publik tanpa kajian, tanpa koordinasi,” tegasnya.
Akibatnya, rakyat seperti dijadikan kelinci percobaan kebijakan yang bahkan belum disepakati di meja kabinet.
“Pertanyaannya kemudian sederhana, siapa yang sebenarnya memimpin orkestrasi ini? Kalau Menko saja tidak tahu program Mensos dan Menkeu tidak sejalan dengan Menkop, maka yang terjadi bukan pemerintahan, melainkan pasar malam wacana,” kata politisi PDIP itu.
Guntur mendesak Presiden Prabowo segera menertibkan para pembantunya sebelum kepercayaan publik runtuh.
“Presiden Prabowo perlu segera menertibkan para pembantunya itu. Jangan sampai rakyat menyimpulkan ini bukan Kabinet Merah Putih tapi Kabinet Asal Bunyi. Atau jangan-jangan grup WA-nya ada, tapi semua menteri di-mute,” pungkas Guntur. (Ugy)











