Setiba di Daerah, Atlet PON Papua Sebaiknya Dikarantina

- Editor

Senin, 11 Oktober 2021 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus DPD KNPI Provinsi Gorontalo Fanly Katili

Pengurus DPD KNPI Provinsi Gorontalo Fanly Katili

JAKARTA, Mediakarya – Perhelatan Pekan Olah raga Nasional (PON) ke XX di Papua yang resmi dibuka oleh Presiden RI pada 2 Oktober 2021 di Stadion Utama Lukas Enembe sebentar lagi akan berakhir.

Ajang olahraga nasional terbesar di negeri ini dinilai cukup berhasil dalam melahirkan juara juara baru ditingkat nasional. Kendati demikain, penyelengaraan ajang olahraga dalam siatuasi pandemi yang hingga kini belum juga berakhir itu menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak.

Hal tersebut muncul sejak diumumkannya secara resmi terdapat sedikitnya 17 kasus Positif Covid 19 yang terdapat pada beberapa kontingen PON XX Papua baik Atlet, maupun offisial. tentunya hal ini sedikit menjadi momok bagi warga masyarakat yang khawatir akan virus yang hingga kini belum berkesudahan.

Hal tersebut seperti diungkapkan Pengurus DPD KNPI Provinsi Gorontalo Fanly Katili. Menurut dia, kekhawatiran terkait dengan berpotensinya keterpaparan Covid 19 yang terjadi pada beberapa kontingen PON Papua tentunya tidak bisa dihindari secara psikologis.

Hal ini tentunya sedikit akan mengganggu suasana kebatinan bagi para warga yang menyambut para kontingennya masing masing. Olehnya kepada pemerintah pusat maupun daerah Fanly berharap agar dapat menjaga kekhawatiran bersama ini.

Oleh karena itu, sebagai upaya preventif untuk menjaga jangan sampai ada lonjakan kasus Covid 19, sebaiknya pemerintah pusat dan pemerintah daerah memikirkan hal tersebut. Dengan cara sedikit memberikan keistimewaan kepada para kontingen masing masing yang kembali ke daerahnya.

“Sebaiknya keistimewaan yg dimaksud adalah dengan mengkarantinakan terlebih dahulu para kontingen PON Papua di daerahnya sebelum mereka berinteraksi dgn keluarga dan masyarakatnya masing masing. Sebaab tidak bisa dipungkiri bahwa euforia kepada atlet bahkan pelatih dan seluruh kontingen yang kembali kedaerahnya masing masing tentunya tidak bisa dihindari di kalangan masyarakat,” kata FanLy dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/10/2021).

Baca Juga:  Aktivis dan Gubernur Gorontalo Kecam Sikap Arogansi Mensos

Pihaknya mengingatkan kepada pemerintah agar sebaiknya para kontingen disediakan tempat yang repsesentatif untuk keberlangsungan karantina. Seperti di hotel atau tempat tempat yang sedikit istimewa pelayanannya.  Hal itu dimaksudkan agar para kontingen PON melakukan karantina terpusat juga mampu menikmati masa istirahatnya setalah bertarung di arena PON XX di Papua.

Selain keistimewaan diatas tentunya sangat diharapkan pula keseriusan serta komitmen pemerintah daerah masing-masing mungkin telah menjanjikan dan mengalokasikan anggaran sebagai hadiah untuk penghargaan kepada seluruh kontingen PON Papua.

“Hal ini mungkin selain lebih mendorong dan memotivasi para kontingen utk lebih berprestasi kedepan, tentunya akan lebih menambah imun bagi masing-masing kontingen. Nah harapannya dengan menambah imun seluruh kontingen tentunya resiko keterpaparan Covid 19 dari para kontingen akan lebih diminimalisir,” tegas dia.

Cara tersebut kata Fanly sebagai upaya menghindari anggapan dan kekhawatiran jangan sampai PON ke XX Papua malah justru melahirkan cluster baru dalam peningkatan kasus Covid 19. Mengingat kondisi Hari ini secara nasional Pengendalian Covid 19 di Indonesia.

“Kita semua tentunya tidak menginginkan peningkatan kasus keterpaparan Covid 19 akan mengalami lonjakan lagi. Dan harapan terbesarnya adalah supaya sebelum memasuki tahun 2022 fenomena pembatasan aktivitas warga  karena adanya PPKM segera berakhir, agar masyarakat Indonesia kembali hidup secara normal,” harap ketua lembaga Analis dan monitoring produk hukum (Ampuh) Provinsi Gorontalo itu. (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 20:17 WIB

Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Senin, 27 Juli 2026 - 19:01 WIB

Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli

Senin, 27 Juli 2026 - 15:22 WIB

Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB

Opini

Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:42 WIB